Alasan Jawa Barat Ingin Bangun Pelabuhan Internasional

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan finishing pembatas jalan di atas dermaga pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Jawa Barat, Ahad 7 Desember 2014. TEMPO/Nanang Sutisna

    Sejumlah pekerja sedang melakukan pekerjaan finishing pembatas jalan di atas dermaga pelabuhan Patimban di Desa Patimban, Subang, Jawa Barat, Ahad 7 Desember 2014. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Subang - Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, mengatakan pemerintah pusat wajib hukumnya membangun pelabuhan internasional Patimban, yang terletak di bibir pantai utara (Pantura) Kecamatan Pusakanagara, Subang.

    "Sebab, Jawa Barat sangat memerlukannya. Bayangkan penduduk Jawa Barat 47 juta, tapi tidak punya pelabuhan samudera. Kegilaan macam apa ini?" ujar Deddy melempar pertanyaan, saat ditemui awak media disela-sela kunjungan kerjanya ke lokasi ajang pelabuhan internasional Patimban, Subang, Kamis, 12 Januari.

    Sebabnya, Pemprov Jawa Barat akan bekerja keras buat mengegolkan pembangunan pelabuhan internasional sebagai pelabuhan penyangga dari pelabuhan internasional Tanjung Priok, yang kondisinya sudah mulai mengalami stagnanasi.

    "(Makanya) Sewaktu saya rapat di Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, saya katakan jangan-jangan pemerintah pusat diskriminatif. Sebab, Jawa Barat belum punya pelabuhan dan bandara internasional," Deddy menegaskan.

    Deddy mengaku iri kepada Jawa Tengah, Jawa Timur dan Banten yang telah memiliki pelabuhan internasional dan berapa bandara internasional. "Sebabnya, untuk kepentingan pembangunan pelabuhan Patimban kami harus ngotot bila perlu 'perang maksa.' Sebab, kalau tidak, apa kata dunia," kata dia dalam logat Batak yang biasa dia sampaikan dalam peran di film Jenderal Nagabonar.

    Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, mengatakan proses pembangunan pelabuhan internasional Patimban saat ini sedang menunggu tuntasnya rencana induk yang disusun oleh Kemenhub.

    Rencana induk tersebut dibutuhkan untuk menyusun persoalan teknis termasuk rekomendasi penetapan lokasi. Selain itu ada kaitan pula dengan kebutuhan dan pemetaan sisi darat Patimban.

    Tujuannya supaya pola pergerakan bongkar muat dari kapal ke angkutan maupun sebaliknya bisa jelas. "Yang penting, dari daerah sudah masuk rekomendasinya. Kemudian studi juga sudah selesai, sehingga bisa ditindaklanjuti secepatnya," ujar Dedi.

    Ditanya soal proses revisi RTRW, Dedi menegaskan Pemprov Jawa Barat sudah berhasil menuntaskannya. Ada pun pembahasan revisi RTRW Kabupaten Subang sedang dalam proses.

    Dia juga memastikan lokasi pembangunan megaproyek pelabuhan internasional Patimban yang akan menghabiskan dana Rp 40 triliun itu berada di lokasi trustel dan akses jalan yang sudah ada saat ini yang sebelumnya dipersiapkan buat pelabuhan regional.

    Plt.Bupati Subang, Imas Aryumningsih, mengatakan pembahasan RTRW pelabuhan Patimban saat ini sudah masuk dalam finalisasi yang komprehensif. "RTRW untuk pelabuhannya sudah selesai. Tetapi, kami memerlukan pemanfaatan implikasi ruang industri dan lainnya," ujar Imas.

    Kecuali itu, termasuk rencana akses pendukung infrastruktur pembangunan rel kereta api dan akses jalan menuju jalan tol Cipali. "Tapi, RTRW pelabuhan Patimban yang komprehensif itu bisa diselesaikan dalam satu dua pekan ke depan," imbuh Imas.

    NANANG SUTISNA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.