Sleman Kembali Disapu Puting Beliung, Pohon Bertumbangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga memperbaiki rumah yang rusak akibat tertimpa pohon duren di wilayah Seyegan, Sleman, Yogyakarta, 6 Januari 2017. Cuaca ekstrem dengan angin kencang kembali terjadi di beberapa wilayah di daerah Sleman yang mengakibatkan 12 titik pohon tumbang  menimpa rumah warga. TEMPO/Pius Erlangga

    Warga memperbaiki rumah yang rusak akibat tertimpa pohon duren di wilayah Seyegan, Sleman, Yogyakarta, 6 Januari 2017. Cuaca ekstrem dengan angin kencang kembali terjadi di beberapa wilayah di daerah Sleman yang mengakibatkan 12 titik pohon tumbang menimpa rumah warga. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Sleman - Angin puting beliung kembali menyapu wilayah Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin, 9 Januari 2017. Sebanyak 21 titik pohon tumbang saat terjadi angin puting beliung.

    "Kami langsung menggerakkan tim reaksi cepat untuk menangani," kata Joko Supriyanto, pelaksana Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Senin, 9 Januari 2017.

    Joko menjelaskan, wilayah yang tersapu angin kencang itu adalah Kecamatan Gamping bagian Utara, dan Sleman. Pohon beringin raksasa di pertigaan Kronggahan tumbang menimpa sepeda motor dan warung. Pemilik warung dan pembeli luka akibat tumbangnya pohon itu. Mereka dibawa ke Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada.

    Pusat perkantoran pemerintah Kabupaten Sleman di Beran juga diterjang angin kencang. Tak hanya menumbangkan banyak pohon,  genting rumah pun banyak yang terbang terbawa angin. Termasuk tenda resepsi warga yang sedang mengadakan hajatan di desa Pandowoharjo dihempas angin.

    Jumlah pohon yang tumbang masih dalam pendataan. Sementara, ada sebanyak lima rumah tertimpa pohon. Jumlah korban ada empat orang.

    Bupati Sleman Sri Purrnomo menyatakan, saat musim seperti ini warga diimbau tidak berteduh di bawah pohon. Ranting-ranting pohon juga juga diminta untuk dipangkas untuk mengurangi risiko angin kencang."Warga harus selalu siap siaga, jika ada hujan berlindung di tempat aman," kata dia.

    Sebelumnya, angin kencang menerjang wilayah Sleman Barat pada Rabu dan Kamis (4-5 Januari 2016). Satu orang tewas dalam peristiwa tersebut.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.