Yogyakarta Targetkan Seluruh SMP-SMA Selenggarakan UNBK  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Layar Komputer yang digunakan untuk ujian nasional berbasis Komputer (UNBK) menyala kembali setelah sebelumnya terjadi pemadaman listrik di Sekolah Menengah Atas Katolik Giovanni Kupang, NTT, 4 April 2016. Pemadaman listrik sempat terjadi di sekolah itu selama 10 menit sehingga mengganggu kelancaran pelaksanaan UN. ANTARA/Kornelis Kaha

    Layar Komputer yang digunakan untuk ujian nasional berbasis Komputer (UNBK) menyala kembali setelah sebelumnya terjadi pemadaman listrik di Sekolah Menengah Atas Katolik Giovanni Kupang, NTT, 4 April 2016. Pemadaman listrik sempat terjadi di sekolah itu selama 10 menit sehingga mengganggu kelancaran pelaksanaan UN. ANTARA/Kornelis Kaha

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan seluruh sekolah SMP, SMA, dan SMK dapat menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 2017.

    "Kami targetkan 100 persen sekolah mulai SMP, SMA, dan SMK di Yogyakarta bisa melaksanakan UNBK pada 2017," kata Kepala Disdikpora Kadarmanta Baskara Aji di Yogyakarta, Selasa, 27 Desember 2016.

    Menurut Aji, penyelenggaraan UNBK bagi seluruh sekolah justru akan lebih efisien karena proses lelang cetak soal ujian nasional memakan waktu yang lama. Sementara di sisi lain, waktu penyelenggaraan ujian nasional sudah harus dimulai pada April 2017.

    "Apalagi berdasarkan evaluasi ujian nasional sebelumnya, siswa justru mengaku lebih nyaman menggunakan komputer," kata dia.

    Ia mengaku, pada penyelenggaraan ujian nasional 2016, masih banyak sekolah di Yogyakarta yang tidak memiliki kesiapan menyelenggarakan UNBK, baik dari infrastruktur komputer maupun kesiapan siswa. Pada Ujian Nasional 2016, 98 persen SMK menyelenggarakan UNBK, sedangkan SMA 60 persen, dan SMP belum mencapai 50 persen.

    "Namun, untuk UNBK 2017, 100 persen SMK sudah siap, SMA 85 persen siap, dan SMP baru beberapa puluh sekolah yang menyatakan kesiapan," kata dia.

    Agar seluruh sekolah dapat menyelenggarakan UNBK, Aji merencanakan kekurangan komputer SMA akan dipinjamkan dari komputer SMK. Sebab, jumlah sekolah dan siswa SMK lebih banyak dibanding SMA di Yogyakarta. Sedangkan untuk SMP, separuh kebutuhan komputer dapat dipinjamkan dari SMK dan separuhnya lagi menggunakan komputer SMA.

    "Ini baru peta saya di atas meja. Saya segera menyusun peta itu hari ini mengenai siapa dan di mana akan menggunakan komputer, jarak pelaksanaan ujian, hingga pembiayaannya seperti apa," ujar dia.

    Ia menyebutkan, berdasarkan data Disdikpora Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016, jumlah total SMK, baik swasta maupun negeri, di Yogyakarta mencapai 220 sekolah, SMA 159 sekolah, Madrasah Aliyah 48 sekolah, SMP 435 sekolah, Madrasah Tsanawiyah 95 sekolah, dan Sekolah Luar Biasa 76 sekolah. "Kecuali SLB yang mungkin masih akan kesulitan jika menyelenggarakan UNBK," kata dia.

    ANTARA

    Baca juga:
    Pembunuhan Pulomas Terungkap karena Sheila, Siapa Dia?
    Korban Pembunuhan Sadis Pulomas, RT Pemilik 3 Lamborghini
    Sidang Ahok, Ibu-ibu Berseragam Pink Ramaikan Pengadilan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.