Jabar Kembangkan Kelapa Hijau untuk Industri

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jawa Barat menjadi salah satu dari 7 provinsi di Indonesia yang kaya akan pohon kelapa.

    Jawa Barat menjadi salah satu dari 7 provinsi di Indonesia yang kaya akan pohon kelapa.

    INFO JABAR - Jawa Barat memiliki lahan 169 ribu hektare untuk pohon kelapa. Kekayaan alamnya menjadikan pohon kelapa yang tumbuh memiliki ciri khas dan berkualitas.

    “Ciri khas kelapa Jawa Barat adalah kelapa hijau yang rasanya sangat manis sekali (super sweet) dan berasal dari Garut Selatan,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat Arief Santosa saat ditemui pada event West Java Coconut Day di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22, Bandung, Jumat, 9 Desember 2016.

    Saat ini, Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat sedang menjalankan program untuk mengembalikan kejayaan kelapa seperti pada 30 hingga 50 tahun lalu ketika kelapa sempat menjadi komoditas utama.  Para petani hidupnya bergantung kelapa dengan industri kelapa  yang maju dengan produknya yang beragam. "Harga satu buah kelapa super sweet ini sekitar 40-50 ribu rupiah. Pak Gubernur, Wakil Gubernur, dan Pak Sekda sudah mencoba itu.  Rasanya manis sekali," ujar Arief.

    Menurut Arief, Kementerian Pertanian pusat bersama Pemprov Jabar sedang menggalakkan program revitalisasi pohon kelapa dari tahun 2013 hingga targetnya pada tahun 2023. Pohon kelapa kini dikembalikan lagi kejayaannya. Jawa Barat menjadi salah satu dari 7 provinsi di Indonesia yang kaya akan pohon kelapa.

    Perkebunan kelapa yang paling luas saat ini di Pangandaran, Sukabumi, Tasik, Garut, Cianjur, Sukabumi. “Di daerah utara juga ada sih seperti di Cirebon, tapi paling utama memang daerah selatan," ujarnya.

    Menurut Arief, terdapat tiga jenis pohon kelapa yang menjadi pertanian utama Jawa Barat, yakni kelapa genjah untuk industri, kelapa dalam untuk industri, serta kelapa kopyor untuk konsumsi rumah tangga dan kelapa kopyor untuk wisata. Ketiganya akan dikembangkan secara serius dengan program revitalisasi dari Pemprov Jabar. "Kami memang lebih fokus ke kelapa industri dengan jenis kelapa dalam karena sudah merakyat dan lebih tahan lama. Kalau kelapa genjah juga tetap diprioritaskan karena turn over lebih cepat, jadi petani lebih untung. Kelapa kopyor juga menguntungkan karena terkait dengan wisata," kata dia. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.