Terima Penghargaan di Forum PBB, Risma Menangis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membacakan deklarasi di Konferensi UN Habitat di Quito, Equador, Minggu sore waktu setempat, 16 Oktober 2016.

    Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membacakan deklarasi di Konferensi UN Habitat di Quito, Equador, Minggu sore waktu setempat, 16 Oktober 2016.

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan sebagai alumni internasional terbaik dari Institute for Housing and Urban Development Studies (IHS). Penghargaan itu diserahkan oleh utusan khusus Perwakilan Kerajaan Belanda Henk Ovink di sela-sela rangkaian forum Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa "UN Habitat III" di Quito, Ekuador, Senin malam, 17 Oktober 2016.

    Berdasarkan keterangan media yang diterima Tempo, Risma awalnya tampak sumringah menerima penghargaan. Namun, saat diberi kesempatan menyampaikan sepatah-dua kata, raut wajah Wali Kota Surabaya itu berubah. Ia tak kuasa membendung air matanya, sehingga tetes air mata membasahi pipinya.

    Risma terkenang perjuangannya saat menempuh pendidikan jurusan Urban Development di IHS Rotterdam Belanda, hingga akhirnya sekarang bisa menjadi Wali Kota Surabaya. “Perjuangan menjadi wali kota tidak mudah. Banyak hambatan dan tanggung jawab yang harus dipikul sangat berat,” ujar wali kota perempuan pertama di kota Surabaya itu dengan naba bergetar.

    Baca: Pembicara Forum PBB, Risma Serukan Persamaan Gender  

    IHS Alumni International Awards diberikan kepada para 'jebolan' IHS yang dinilai berprestasi dan mampu membawa perubahan positif di lingkup tempat kerjanya. Tahun ini, Risma dinobatkan sebagai pemenang utama IHS Alumni Internasional Awards. Pada posisi runner up ditempati Profesor Alfredo Garay dari Argentina dan Chief Willie Abiano asal Nigeria.

    Pada kesempatan itu, Risma juga menceritakan berbagai gagasannya membangun Pemerintah Kota Surabaya dengan sistem e-government dan sistem e-procurement atau sistem lelang berbasis elektronik. Kala itu, banyak tekanan, intimidasi dan ancaman kepada dirinya, termasuk ancaman akan dibunuh yang dialamatkan kepada keluarganya. “Dengan berjalannya waktu, sistem itu terbukti efektif dan efisien dalam pengelolaan Pemerintah Kota Surabaya,” kata dia.

    Suasana haru berubah menjadi ceria ketika Risma menceritakan kenangannya semasa menimba ilmu di IHS pada 1996. Pada saat ada waktu luang, Risma mengaku sering menggunakannya untuk bermain game Sims City (Permainan membangun kota). “Jadi, saya tetap belajar dan berlatih tentang tata kota melalui game itu,” kata Risma.

    Baca: Di Forum PBB, Risma: Kita Butuh Lebih Banyak Pemimpin Wanita

    Utusan Khusus Perwakilan Kerajaan Belanda Henk Ovink mengatakan Risma memang layak menyandang pemenang IHS Alumni International Awards 2016. Sebab, Risma dipandang mampu menyeimbangkan antara pikiran dan hati. “Artinya, yang dipikirkan bukan hanya pembangunan fisik saja, tapi juga perhatian sangat besar pada sisi manusianya,” kata dia.

    Sementara itu, Presiden IHS-Alumni International Board Mansi Jasuja mengatakan IHS Alumni International Awards diselenggarakan setiap dua tahun sekali. Penghargaan ini pertama kali digelar pada 2012. “Jadi, Ibu Tri Rismaharini ini merupakan pemenang edisi ketiga IHS Alumni International Awards,” kata Mansi.

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Baca juga:
    Pungutan Liar Urus SIM, Polda Metro Curiga Ada Setoran Besar
    Kasus Suap DPRD Kebumen, KPK Cekal Dirut PT OSMA

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.