Pendeta Nathan Pastikan Tak Hadir di Simposium Anti-PKI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Konferensi Pers jelang pelaksanaan Simposium Anti PKI di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta, 30 Mei 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Konferensi Pers jelang pelaksanaan Simposium Anti PKI di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta, 30 Mei 2016. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Nathan Setiabudi mengatakan dia tak mengetahui jika namanya sempat tercantum sebagai  pembicara dalam acara simposium nasional “Mengamankan Pancasila dari Ancaman Kebangkitan Partai Komunis Indonesia dan Ideologi Lain” di Balai Kartini, Jakarta, 1-2 Juni 2016.

    “Saya sendiri belum tahu kalau nama saya tercantum (sebagai pembicara),” kata Nathan kepada Tempo saat dihubungi, Senin, 30 Mei 2016.

    Nathan mengatakan tak ada pihak dari penyelenggara acara itu yang menghubunginya untuk menjadi pembicara. Apalagi, pada hari yang sama dengan saat penyelenggaraan simposium itu, dia memiliki agenda kegiatan pribadi.

    Apabila diundang pun, Nathan tak akan langsung mengiyakan undangan tersebut. Ia lebih dulu akan mempertanyakan mengenai acara tersebut kepada pengundang. “Siapa yang menyelenggarakan, siapa yang akan datang,” ujarnya.

    Dalam susunan acara simposium tersebut, yang diterima Tempo pada Ahad kemarin, Nathan termasuk salah pembicara pada hari kedua seminar, Kamis, 2 Juni 2016. Nathan berbicara di sesi ketiga yang membahas ideologi komunis dalam perspektif agama.

    Namun, sehari kemudian, susunan acara berubah. Nama Nathan tidak ada lagi. Pada sesi tersebut, pembicaranya tinggal Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yunahar Ilyas, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Marsudi Syuhud, Dewa Putu Sukardi, dan Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia Ignatius Suharyo.

    Simposium tersebut merupakan acara tandingan dari Simposium Nasional 1965 yang digagas pemerintah dengan tujuan merekonsiliasi pemerintah dengan para korban peristiwa 1965. Sejumlah purnawirawan militer, salah satunya mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zen, menjadi penggagasnya. Mereka ingin menggelar simposium tandingan karena merasa aspirasinya tidak terwakili pada Simposium Nasional 1965 pada 18-19 April lalu.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.