Kivlan Zein: Tak Ada Seminar Lagi, Kami Siap Perang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Purnawirawan (Purn) Kivlan Zen, saat dialog publik bersama tim sukses di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 18 Juni 2014. Kivlan Zen berjanji akan buat panel nasional untuk ungkap kasus pelanggaran HAM pada 1998. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Anggota tim pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Purnawirawan (Purn) Kivlan Zen, saat dialog publik bersama tim sukses di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 18 Juni 2014. Kivlan Zen berjanji akan buat panel nasional untuk ungkap kasus pelanggaran HAM pada 1998. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal purnawirawan Kivlan Zen mengatakan sudah saatnya berperang melawan gerakan Partai Komunis Indonesia (PKI). Dia menilai kini PKI tampil dengan gaya baru.

    "Kami sudah tidak ada lagi seminar-seminaran, kami siap perang," ujar dia di Gedung Joang '45, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 23 Mei 2016.

    Dia menyampaikan itu pada seminar "Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Madiun Tahun 1948 dan G30S 1965/PKI". Acara itu diadakan Laskar Ampera Arif Rahman Hakim Angkatan '66 dengan nama Festival Jalan Lurus. Diskusi ini mengusung Pancasila sebagai ideologi yang lurus.

    SIMAK: Aktivis 66 Adakan Festival Jalan Lurus  

    Kivlan menganggap berbagai lembaga negara dan organisasi masyarakat sudah disusupi oleh tokoh-tokoh PKI. Begitu pula dengan media massa yang dinilainya selalu mengangkat kembali isu PKI. Salah satunya adalah jargon "melawan lupa". Pembubaran pertahanan sipil (Hansip) oleh pemerintah, juga ia anggap tanda-tanda merebaknya gerakan PKI.

    Salah satu tokoh yang diklaim oleh Kivlan mendukung gerakan PKI adalah Budiman Sudjatmiko. Rancangan Undang-undang Desa ia anggap menjadi celah untuk memulai gerakan PKI dari bawah. Budiman, politikus dan anggota DPR dari PDI Perjuangan, selama ini dikenal gigih memperjuangkan RUU Desa. Budiman dalam akun Twitter @budimandjatmiko miliknya hanya tertawa saat dihubungkan dengan Kivlan.

    SIMAK: Fobia PKI, 430 Desa di Bojonegoro Diawasi Babinsa  

    Dengan membentuk gerakan-gerakan berupa serikat tani, kata Kivlan, maka petani bakal sejahtera desa akan memiliki kekuatan. Saat desa punya kekuatan hal itu dianggap akan memicu penolakan terhadap aparatur negara. "Inilah bahayanya, pokoknya kami siap perang," ujar dia.

    Kivlan mengatakan telah menyiapkan kekuatan untuk membendung gerakan tersebut. Salah satu cara adalah dengan mendatangi dan mengajak untuk bergerak berbagai organisasi kemasyarakatan hingga lembaga pendidikan agama. "Kekuatan kami himpun, apakah namanya Barisan Pembela Negara, atau Barisan Pembela Pancasila akan kami hidupkan lagi," ujar dia.

    AKMAL IHSAN | WD

    Heboh Kontribusi Reklamasi: Tiga Skenario Nasib Ahok
    Komunikasi Publik Ahok: Sebuah Catatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?