Siswa SMP Senang Garap Ujian Nasional Berbasis Komputer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Murid SMP Alfa Centauri mengerjakan soal Ujian Nasional berbasis komputer di Bandung, Jawa Barat, 9 Mei 2016. Di Bandung sebanyak 144 siswa dari empat sekolah swasta asing dan satu sekolah lokal mengikuti UN SMP berbasis komputer. TEMPO/Prima Mulia

    Murid SMP Alfa Centauri mengerjakan soal Ujian Nasional berbasis komputer di Bandung, Jawa Barat, 9 Mei 2016. Di Bandung sebanyak 144 siswa dari empat sekolah swasta asing dan satu sekolah lokal mengikuti UN SMP berbasis komputer. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Ujian Nasional 2016 menjadi periode pertama pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) bagi siswa SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada sebanyak 18 SMP di seluruh DIY yang ketiban sampur sebagai penyelenggaran UNBK di tahun ini.

    Kepala Sekolah SMPN 1 Sewon, Kabupaten Bantul, Sarjiyem mengaku lega semua siswanya tak kesulitan mengikuti ujian berbasis komputer di hari pertama. Menurut dia mayoritas siswanya mengaku lebih menyukai metode ujian ini. "Kata mereka, UNBK lebih mantap dan lebih gampang dalam menjawab," ujar Sarjiyem di sela pelaksanaan ujian materi Bahasa Indonesia di sekolahnya pada Senin, 9 Mei 2016.

    Sarjiyem mengaku perlu melakukan persiapan selama tiga bulan untuk memastikan semua siswanya di Kelas IX agar menguasai teknis ujian nasional memakai komputer. Beberapa kali simulasi ujian juga dilakukan oleh sekolah ini. "Gladi bersih terakhir pada 25-28 April lalu," ujar dia.

    Di SMPN 1 Sewon, terdapat 221 siswa yang mengikuti UN Komputer tahun ini. Sekolah ini menyediakan 74 perangkat komputer dan 10 laptop cadangan untuk fasilitas ujian. Semua komputer itu menempati tiga laboratorium. "Kami mempekerjakan tujuh teknisi, mereka tidur di sekolah selama sepekan terakhir," kata Sarjiyem.

    Karena jumlah komputer terbatas, semua siswa harus mengikuti ujian dalam tiga gelombang. Akibatnya waktu ujian untuk semua siswa terbagi dalam tiga kali urutan yang berlangsung mulai 07.30 sampai 16.00.

    Sarjiyem mengimbuhkan semua siswa peserta UN Komputer di sekolahnya juga dibekali satu kertas buram dan pensil. Tujuannya agar mereka tidak mudah lupa daftar soal di layar komputer yang belum terjawab. "Karena kami minta mereka menjawab soal-soal yang mudah dulu, baru yang susah," ujar dia.

    Adapun Koordinator Panitia UN, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Diasdikpora) DIY, Suraya mengklaim pelaksanaan UNBK di semua wilayah berlangsung tanpa hambatan. Dia mencontohkan pelaksanaan UNBK di SMP Galur, Kulonprogo berlangsung tanpa masalah meskipun lokasi sekolah ada di wilayah pinggiran.

    "Sampai sekarang belum ada laporan soal masalah UNBK yang masuk," kata dia. Laporan temuan bocoran soal juga tidak ditemukan oleh Suraya. "Hanya isu saja."

    ADDI MAWAHIBUN IDHOM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.