Senin, 22 Oktober 2018

4 Pekerja Tewas Ditembak di Papua, Ini Tuntutan Keluarga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat jenazah karyawan PT Modern yang ditembak kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya, Papua dievakuasi ke Jayapura, 16 Maret 2016. (Foto: Tabloidjubi.com)

    Empat jenazah karyawan PT Modern yang ditembak kelompok bersenjata di Kabupaten Puncak Jaya, Papua dievakuasi ke Jayapura, 16 Maret 2016. (Foto: Tabloidjubi.com)

    TEMPO.CO, Jayapura - Jenazah empat karyawan PT Modern atas nama Yohanis Tiku atau Anis, Andreas Demena (operator buloser), Daud Demetow Demena (helper dozer), dan David Demena (operator ekskavator) yang menjadi korban penembakan kelompok bersenjata di Kampung Engengeng, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, dievakuasi ke Jayapura, Papua. Keempat jenazah langsung diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara, Rabu, 16 Maret 2016.  

    Setibanya di Bandara Sentani, sekitar pukul 11.05 WIT, jenazah keempatnya langsung dibawa menggunakan empat mobil jenazah ke RS Bhayangkara. Keempat jenazah ini langsung dibawa ke kamar jenazah.

    Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar dokter Ramon kepada wartawan di RS Bhayangkara mengatakan pihaknya akan melakukan otopsi secara bergantian terhadap keempat korban.

    “Karena RS Bhayangkara hanya memiliki dua tempat tidur untuk otopsi. Dua tenaga dokter yang disiapkan salah satunya ahli forensik yang akan melakukan otopsi dibantu tenaga perawat,” ujar Ramon.

    Frangky Demena, keluarga korban penembakan yang dilakukan kelompok bersenjata pada Selasa, 15 Maret 2016, pukul 13.45 WIT, meminta aparat keamanan segera menangkap para pelaku yang menewaskan keluarga mereka.

    “Saya meminta aparat menangkap mereka. Masak negara yang besar ini kalah sama kelompok yang sering buat kekacauan di sana,” kata Frangky Demena kepada wartawan di RS Bhayangkara.

    Penembakan tersebut, menurut Frangky, sangat janggal, sebab para pekerja yang ditembak oleh kelompok bersenjata bukanlah musuh siapa pun. “Kenapa mereka menembak warga sipil, bukan aparat keamanan saja. Inilah pertanyaan kami,” ujarnya.

    Alfius Demena yang merupakan adik dari Andreas Demena menegaskan, pelaku penembakan adalah kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) gadungan yang dibuat untuk mengacaukan keamanan, yang menembak saudara-saudaranya.

    Demena mengaku kakaknya sudah tinggal di Puncak Jaya selama 20 tahun. “Mana mungkin (OPM) menembak warga sipil,” ujarnya.

    Atas kejadian tersebut, dia meminta aparat keamanan harus berani mengungkap siapa dalang di balik penyerangan tersebut.

    Menurut Alfius, setelah diotopsi tiga keluarganya akan dikebumikan di TPU Tablasupa, Jayapura.

    Sedangkan Yohanis Tiku dari informasi yang diperoleh Jubi akan diberangkatkan pada Kamis pagi, 17 Maret 2016, menuju Makassar selanjutnya diterbangkan ke Toraja.

    Selain menembak empat karyawan PT Modern, kelompok bersenjata tersebut juga membakar dua ekskavator dan buldoser yang digunakan PT Modern untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan di Distrik Sinak menuju Distrik Mulia.

    JUBI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.