Warga Riau Bakal Gugat Korporasi secara Class Action

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara melintas di jalan yang dipenenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak mencapai 177 titik. ANTARA/Rony Muharrman

    Pengendara melintas di jalan yang dipenenuhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, 30 September 2015. Sumatera Selatan masih menjadi daerah penyumbang titik panas terbanyak mencapai 177 titik. ANTARA/Rony Muharrman

    TEMPO.CO, Pekanbaru – Sekelompok masyatakat Riau akan kembali melayangkan gugatan class action pada pekan depan terkait kasus kebakaran hutan yang melanda provinsi itu beberapa waktu belakangan ini. Warga bakal menggungat 32 perusahaan, yang dituding sebagai penyebab kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan bencana asap pada tahun lalu.

    Ini dilakukan setelah mereka melayangkan gugatan kepada enam lembaga negara melalui mekanisme yang disebut sebagai citizen lawsuit ke Pengadilan Negeri Pekanbaru, kemarin. Warga menuntut ganti rugi akibat kabut asap yang mereka alami selama beberapa bulan kepada sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit dan hutan tanam industri di Riau.

    “Gugatan akan kami daftarkan ke pengadilan pekan depan,” kata Riko Kurniawan, direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Riau, kepada Tempo, Jumat 11 Maret 2016.

    Riko menjelaskan gugatan class action itu akan diwakili oleh 61 orang warga Riau yang merasa dirugikan akibat bencana asap pada tahun lalu.

    Para penggugat merupakan perwakilan dari empat kelas seperti kelas pendidikan yang akan digugat oleh pelajar di Riau. “Selama kabut asap, para siswa di Riau tidak dapat bersekolah selama tiga bulan,” kata dia.

    Lalu ada kelas kesehatan, yang merujuk kepada meninggalnya enam warga akibat terpapar asap serta lebih dari 8.000 jiwa mengalami gangguan kesehatan. “Ribuan warga harus jatuh sakit akibat asap,” kata dia.

    Ada juga kelas ekonomi yang diwakili oleh para pedagang kecil dan pengusaha travel, yang mengalami kesulitan ekonomi lantaran tidak bisa berdagang.

    Sedangkan pengusaha travel harus mengalami rugi miliaran rupiah lantaran pesawat tidak dapat terbang dan wisatawan menunda kunjungan ke Riau. “Perekonomian masyarakat lumpuh akibat asap,” kata dia.

    Dan ada kelas pertanian dan nelayan, yang diwakili para petani dan nelayan karena mereka tidak dapat beraktivitas selama kabut asap. Sebagian hasil pertanian juga menjadi rusak akibat asap.

    Namun Riko belum menyebutkan total kerugian warga secara materil yang akan dituntut masyarakat ke pada tergugat yang dalam hal ini 32 korporasi. “Masih dalam penghitungan,” kata dia.

    Dengan demikian, dua gugatan warga Riau akan disidangkan di Pengadilan Negeri Pekanbaru. Gugatan pertama dilayangkan kemarin  karena masyarakat mengalami gangguan kabut asap sejak 18 tahun.

    Empat penggugat yang tergabung dalam gugatan pertama adalah Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Riau Al Azhar, Direktur Wahana Lingkungan Hidup Riau Riko Kurniawan, Koordinator Rumah Budaya Sikukeluang dan Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau Woro Supartinah.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.