MEA Berlaku, Usaha Pelayaran Minta Diproteksi Pemerintah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok Solidaritas Perempuan Indonesia membawa poster Tolak MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dalam aksi memperingati hari Ibu di depan Istana Negara, Jakarta, 22 Desember 2015. Kebijakan MEA yang akan diberlakukan pada akhir 2015 membuat persaingan tenaga kerja semakin ketat. TEMPO/Amston Probel

    Kelompok Solidaritas Perempuan Indonesia membawa poster Tolak MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) dalam aksi memperingati hari Ibu di depan Istana Negara, Jakarta, 22 Desember 2015. Kebijakan MEA yang akan diberlakukan pada akhir 2015 membuat persaingan tenaga kerja semakin ketat. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.COSemarang - Pengusaha transportasi pelayaran di Jawa Tengah minta pemerintah memproteksi persaingan usaha saat diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pelaku usaha transportasi laut khawatir pemberlakukan pasar bebas Asean itu memudahkan investor asing mendominasi usaha  transportasi pelayaran di sejumlah wilayah di Indonesia.

     

    “Yang kami khawatirkan semua jalur pelayaran bebas dimasuki oleh pengusaha asing,” kata Direktur Utama perusahaan transportasi pelayaran PT Darma Lautan Utama, Erwin Poedjono, Selasa 26 Januari 2016.

     

    Dia berharap pemerintah memproteksi sejumlah jalur pelayaran laut di Indonesia agar tidak semua jalur pelayaran bisa dimasuki oleh pengusaha asing. "Ini untuk melindungi pengusaha pelayaran dalam negeri," ujar  Erwin. Secara kongkret ia meminta agar sejumlah titik pelabuhan yang menjadi transportasi pelayaran proteksi agar tak semua kapal besar bisa masuk. “Kalaupun ada pengusaha asing yang masuk hendaknya tidak berlebihan."

     

    Proteksi yang diharapkan berupa penerbitan aturan sebagai regulator yang  juga berfungsi sebagai stabilitator untuk menjaga iklim industri di dalam negeri tetap sehat.  Menurut dia, saat ini transportasi laut memiliki peran penting bagi iklim perekonomian khususnya memasuki MEA yang telah diberlakukan.

     

    General Manager PT Pelabuhan Indonesia III Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Erry Akbar Panggabean menjamin masuknya kapal asing tidak mempengaruhi kondisi pengusaha transportasi dalam negeri. "Justru malah baik bila semakin banyak kapal asing yang masuk," kata Erry Akbar.

     

    Menurut dia, industri transportasi pelayaran lokal punya pangsa pasar tersendiri. Sedang keberadaan kapal asing yang rata-rata lebih besar dari kapal nasional dibutuhkan karena minimnya fasilitas kapal lokal untuk memenuhi kebutuhan pelayaran. "Kapal besar punya pangsa pasar sendiri. Semarang-Eropa, Semarang-Hongkong dibutuhkan kapal asing karena kapal kita tidak ada yang mampu," katanya.

     

    Terminal Peti Kemas Semarang, PT Pelabuhan Indonesia III Tanjung Emas Semarang sedang fokus meningkatkan layanan bongkar muat kapal besar  agar perjalanan tak terhambat. Langkah itu dilakukan dengan menambah  tujuh crane kontainer untuk bongkar muat. “Dua crane di antaranya baru saja diresmikan. Crane kontainer itu mampu bongkar muat tiga kontainer sekaligus," katanya. 

     

    EDI FAISOL

     

    Semarang - 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.