BNN Tes Urin Semua Awak Pesawat di Bandara Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. relax.com.sg

    Ilustrasi. relax.com.sg

    TEMPO.CO, Semarang - Setelah Badan Narkotika Nasional sukses membekuk pilot  dan pramugari maskapai penerbangan Lion Air sedang pesta narkoba di Tangerang Selatan pada 19 Desember 2015, kini BNN Provinsi Jawa Tengah langsung ke sasaran, bandar udara Ahmad Yani Semarang menguji urine semua kru pesawat.

    Tes urin terhadap semua kru pesawat dilakukan di ruang VIP sejak pagi tadi pukul 05.00 WIB bekerja sama dengan PT Angkasa Pura I sebagai bagian pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan awak pesawat.

    “Tes urine kepada para awak maskapai penerbangan yang terdiri dari pilot, co pilot dan awak kabin termasuk  pramugari,” kata Kepala BNNP Jateng, Brigadir Jenderal Amrin Remico, Selasa 12 Januari 2016.

    Menurut Amrin, hingga  siang tercatat sudah lebih dari 70 kru pesawat yang dites urine dari delapan maskapai termasuk dua pilot berasal dari Australia. Tapi kali ini tak ada awak pesawat yang positif mengkonsumsi narkoba. “Hasilnya semua negatif. Semua tak terbukti mengkonsumsi narkoba,” ujar Amrin.

    Tes urine yang dilakukan itu kegiatan rutin BNNP Jateng, selain di Bandara lembaga pemberantas peredaran narkoba itu juga diagendakan menguji tes urine di sejumlah instansi lain di Jawa Tengah. Tercatat selain di Bandara sebelumnya BNN Jateng juga menguji urin di sekolah, kampus, termasuk di markas Kodam IV Diponegoro dan instansi pemerintah.

    General Menejer Angkasa Pura I, Prijo Jatmiko  menyatakan sengaja bekerjasama dengan BNNP Jateng  serta memberikan fasilitas untuk pengujian urine bagi kru pesawat. "Ini acaranya BNN, kami hanya fasilitasi," kata Prijo. Pantauan Tempo hingga  pukul 13.00 WIB uji tes urin tersebut masih dilakukan yang diperkirakan  selesai pukul 14.00 WIB.

    EDI FAISOL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.