Amankan Tahun Baru, Polisi Kerahkan 100 Ribu Personel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel kepolisian dari Satuan Brimob melakukan patroli di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 30 Desember 2015. Sekitar 100 orang anggota Brimob disiagakan menjaga keamanan bandara menjelang pergantian tahun baru. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Personel kepolisian dari Satuan Brimob melakukan patroli di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, 30 Desember 2015. Sekitar 100 orang anggota Brimob disiagakan menjaga keamanan bandara menjelang pergantian tahun baru. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Kepolisian Republik Indonesia menyatakan siap mengamankan jalan dan kegiatan dalam menyambut pergantian tahun baru malam nanti. Polri menyebutkan 87 ribu personel dikerahkan untuk melakukan pengamanan. 

    “Sebenarnya yang nanti di lapangan ada 190 ribu personel. Namun itu gabungan antara TNI dan Satpol PP. Untuk polisinya saja, sedikitnya ada 87 ribu personel,” ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Suharsono di kompleks Markas Besar Polri, Kamis, 31 Desember 2015.

    Suharsono melanjutkan, jumlah personel di lapangan akan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun ia menyebut jumlah 87 ribu itu sebagai jumlah minimal. Ia mengatakan jumlah tersebut merupakan jumlah personel yang mendapat surat perintah Operasi Lilin, yang termasuk kegiatan tidak rutin. 

    Dia menambahkan, jumlah tersebut akan ditambah personel rutin. “Jadi pasti di lapangan nanti itu personelnya Polri di atas 100 ribu orang,” katanya. Untuk hal ini, kata Suharsono, sudah diantisipasi setiap kepala polres, kepala polresta, dan kepala polda.

    Suharsono berpesan agar masyarakat yang bepergian pada malam tahun baru memastikan lebih dulu kondisi lalu lintas sebelum berangkat karena bisa jadi ada rekayasa lalu lintas. “Pengguna jalan harus cerdas. Harus memonitor media agar mengetahui perkembangan terkini mengenai kondisi lalu lintas,” ucapnya.

    Menurut dia, ada dua cara yang bisa digunakan untuk memantau kondisi jalan. Pertama, menghubungi NTMC Polri di nomor 9119 atau 1500669. “Bisa ditelepon untuk menanyakan tentang rekayasa jalan yang dilakukan petugas,” ujarnya.

    Sedangkan cara kedua, ucap Suharsono, memantau sendiri kondisi lalu lintas melalui aplikasi NTMC TV, yang bisa diakses siapa saja melalui ponsel pintar. Lewat aplikasi ini, masyarakat bisa mengetahui kondisi terkini lalu lintas karena aplikasi ini terhubung dengan CCTV di sejumlah daerah besar di seluruh wilayah Indonesia. 

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.