Begini Operasi SAR KM Marina di Teluk Bone  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mariming (42) ibu dari Mulyadi (korban kapal tenggalam) menangis di papan  informasi penumpang korban KM Marina di Posko Pencarian pelabuhan Siwa,Sulawesi Selatan, 21 Desember 2015. Tim Basarnas masih melakukan pencarian terhadap 78 orang penumpang KM Marina yang tenggelam di perairan Teluk bone. TEMPO/Iqbal Lubis

    Mariming (42) ibu dari Mulyadi (korban kapal tenggalam) menangis di papan informasi penumpang korban KM Marina di Posko Pencarian pelabuhan Siwa,Sulawesi Selatan, 21 Desember 2015. Tim Basarnas masih melakukan pencarian terhadap 78 orang penumpang KM Marina yang tenggelam di perairan Teluk bone. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Operasi SAR kapal motor Marina Baru 2B yang karam di Teluk Bone kembali dilanjutkan, Selasa, 22 Desember 2015. Misi pencarian dan penyelamatan korban kapal nahas itu terbagi menjadi empat sektor.

    "Kami sudah bergerak ke empat sektor itu. Fokusnya masih di timur perairan utara, tepatnya perairan Tobaku dan perairan Lasusua," kata Direktur Operasi dan Latihan Badan SAR Nasional Brigadir Jenderal Ivan Ahmad Riski saat dihubungi Tempo, Selasa, 22 Desember 2015.

    Ivan tidak merinci tiga sektor lain di laut yang menjadi area operasi SAR. Namun semuanya diakuinya masih terletak di sekitar Teluk Bone, meliputi perairan Siwa (Wajo), Bone, dan Luwu. Operasi SAR di laut menggunakan sejumlah kapal, termasuk KM Pacitan yang menjadi andalan Basarnas. Di samping itu, ada kapal dari pihak Polair dan pihak swasta serta sejumlah perahu karet.

    Tidak jauh berbeda dengan operasi di laut, ucap Ivan, pencarian melalui jalur udara pun berfokus di perairan Tobaku dan Lasusua. Tim SAR gabungan berusaha mencari korban yang masih mengapung untuk cepat diselamatkan.

    Operasi SAR di udara mengoptimalkan pesawat CN-235 milik TNI AU dan helikopter jenis dolphin milik Basarnas. "Kami melakukan pemantauan dan menyusuri semua sektor, bahkan sampai ke Masamba (Luwu)," ujarnya.

    Hingga Selasa, 22 Desember 2015, jumlah korban tenggelamnya KM Marina yang berhasil dievakuasi bertambah satu orang dengan ditemukannya nakhoda kapal, sehingga total yang sudah ditemukan 43 orang. Itu berarti masih ada 75 penumpang kapal yang hilang. Kapal Marina tercatat memuat 118 penumpang dan awak kapal. Dari 42 penumpang yang sudah ditemukan sebelumnya, tiga di antaranya meninggal, yakni Firdaus, 9 tahun, Mutmainnah, 9 bulan, dan Sitti Badriah, 50 tahun.

    Juru bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Frans Barung Mangera, menuturkan Polda terus berusaha membantu tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian korban, khususnya yang berada di wilayah hukumnya.

    Barung mengaku terus mengoptimalkan kekuatan personelnya dari tingkat kabupaten/kota sampai kelurahan yang berada di sepanjang pesisir pantai.

    Kapal Marina Baru 2B bertolak dari Pelabuhan Tobaku menuju Pelabuhan Siwa pada Sabtu, 19 Desember, pukul 11.00 Wita. Dalam perjalanannya, kapal yang memuat lebih dari seratus penumpang itu dihantam ombak tinggi. Akibatnya, bak mesin kapal itu pecah dan kemasukan air sehingga karam. Nakhoda kapal Marina sempat mengabarkan kondisi cuaca yang buruk ke pihak syahbandar sebelum akhirnya dinyatakan hilang kontak lantas karam.

    TRI YARI KURNIAWAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.