Tugboat Kapal Rimau Bermuatan Batu Bara Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam

    Ilustrasi kapal tenggelam

    TEMPO.CO, Makassar - Tugboat Kapal Rimau 3318 penarik tongkang bermuatan ratusan ton batu bara hilang. Kapal tongkangnya terdampar di Pulau Pasitallu Kecamatan Takabonerate Kabupaten Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan, Jumat, 3 Februari 2017.

    Kapal itu berlayar dari salah satu pelabuhan di Kalimantan menuju ke Pelabuhan Paiton, Jawa Timur. "Sampai sekarang masih kami cari informasi tugboat-nya ke mana," kata Kepala Kepolisian Resor Selayar, Ajun Komisaris Besar Eddy Suryantha Tarigan kepada Tempo, Sabtu, 4 Februari 2017. Ia memastikan kapal tongkang tak bisa ke mana-mana karena sudah kandas.

    Baca:
    18 Jam Terombang-ambing, Polisi: KM Mutiara Sentosa I Keliru  
    9 Orang Tewas, Evakuasi Korban Kapal Cahaya Irna Dilanjutkan

    Menurut Eddy, saat ini proses pencarian masih terus dilakukan dari kalangan internal Polres Selayar yakni tim Polair dan Polsek. "Polisi masih terus mencari meskipun isinya cuma batubara, enggak ada orangnya."

    Baca juga:
    Terempas di Perairan Madura 180 Penumpang KM Mutiara Selamat
    Kapal Terbakar di Ternate, Penumpang dan Awak Selamat

    Eddy menjelaskan TK Rimau hilang akibat cuaca buruk karena hujan deras disertai dengan angin kencang. Gelombang perairan Selayar tinggi. Ia telah memperingatkan personelnya agar mempertimbangkan kondisi cuaca saat pencarian. Polisi sudah berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional dan Syahbandar Pelabuhan Selayar.

    Saat ini Pelabuhan Benteng Selayar ditutup sementara dari pelayaran hingga cuaca membaik. Sedangkan Pelabuhan Penyeberangan Pamatata Bira memperbolehkan pelayaran ferry sejauh cuaca masih memungkinkan.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Enam Poin dalam Visi Indonesia, Jokowi tak Sebut HAM dan Hukum

    Presiden terpilih Joko Widodo menyampaikan sejumlah poin Visi Indonesia di SICC, 14 Juli 2019. Namun isi pidato itu tak menyebut soal hukum dan HAM.