KM Bunga Manis Asal Sulawesi Ditemukan di Perairan Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim gabungan menyisir perairan untuk menemukan korban dalam tenggelamnya kapal TKI di Nongsa, Batam, 3 November 2016. Sebanyak 44 penumpang yang hilang masih dicari oleh petugas.  REUTERS/Edgar Su

    Tim gabungan menyisir perairan untuk menemukan korban dalam tenggelamnya kapal TKI di Nongsa, Batam, 3 November 2016. Sebanyak 44 penumpang yang hilang masih dicari oleh petugas. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.COMataram - Tim Basarnas Kantor SAR Mataram menemukan KM Bunga Manis II asal Kalukalukuang, Sulawesi, pukul 13.30 Wita, Ahad, 5 Maret 2017. Kapal ini ditemukan setelah dicari selama tiga jam di lokasi timur tenggara dari lokasi tempat kapal dilaporkan hilang di sekitar perairan utara Bali. KM Bunga Manis II kini sudah ditarik merapat di Pelabuhan Bangsal, Kabupaten Lombok Utara. 

    Kapal yang bermuatan kelapa glondongan tujuan Banyuwangi, Jawa Timur, itu mengangkut enam awak kapal dan dinakhodai Rahman. Kapal ini dilaporkan hilang pada pukul 08.30 Wita. Menurut Kepala Kantor SAR Mataram Nanang Sigit PH selaku SAR Mission Coordinator, mulai pukul 10.30 Wita, pencarian dilakukan menggunakan kapal rescue boat 220 Mataram. “Kapal hilang kontak. Ditemukan dalam kondisi terombang-ambing di lautan,” katanya.

    Mengutip keterangan nakhoda rescue boat 220, Nurdin, kapal barang ini mengalami masalah pada mesin. Semua ABK yang berada di kapal tersebut dalam keadaan sehat. Nurdin menambahkan, proses penarikan memakan waktu sekitar 3 jam.

    Selain diawaki nakhoda kapal Rahman, 30 tahun, kapal ini diawaki Taufik (40), Jamaludin (40), Samsul (30), yang berasal dari Kalukuang, juga ada dua orang asal Pekalongan, yaitu Slamet Riyadi (41) dan Sodikin (51).

    SUPRIYANTHO KHAFID

    Simak: Siklon Tropis Blanche Terjang NTT



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.