Sudah 5 Bayi Tewas Akibat Asap, Kebakaran Hutan Belum Padam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelajar berjalan di depan gedung sekolah yang diselimuti kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Berdasarkan data BMKG, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangkaraya menunjukkan konsenrasi partikulat PM10 mencapai angka 1917.22 mikrogram per meter kubik, sementara batas berbahaya berada di angka 350. ANTARA/Rosa Panggabean

    Pelajar berjalan di depan gedung sekolah yang diselimuti kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 3 Oktober 2015. Berdasarkan data BMKG, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Palangkaraya menunjukkan konsenrasi partikulat PM10 mencapai angka 1917.22 mikrogram per meter kubik, sementara batas berbahaya berada di angka 350. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat lebih dari 15 bayi terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Lima di antaranya dilaporkan tewas akibat terpapar asap kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

    "Banyak sekali data yang masuk ke posko layanan pengaduan KPAI, lebih dari 15 bayi menderita ISPA dan sudah keracunan dan lebih dari lima bayi yang sudah dinyatakan meninggal akibat asap tersebut," kata Kepala Divisi Sosialisasi KPAI, Erlinda, di Gedung KPAI, Jakarta Pusat, Jumat 9 Oktober 2015.

    Baca juga:
    DPRD Anggarkan Rp 1,6 M Buat Laptop, Ahok: Gak Lucu Kalau...|
    Kabut Asap, Netizen Galang Dana Rp 100 Juta Via KitaBisa.com

    Erlinda meminta pemerintah bertanggung jawab atas pelanggaran hak anak. Dia juga meminta Kementerian Kesehatan untuk memberikan masker yang sesuai dan memadai untuk menangkal partikel bahaya.  "Bukan masker yang biasa saja yang cuma menutup, tapi partikel bahaya masih bisa masuk ke dalam rongga pernafasan dan lainnya, terutama kepada bayi," tuturnya.

    Erlinda mengatakan, seharusnya bayi-bayi di daerahyang terpapar bencana asap dievakuasi ke tempat-tempat yang aman, seperti rumah sakit yang memang menyediakan fasilitas kesehatan jika diperlukan.

    KPAI berencana akan menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) demi mengkampanyekan perlindungan kesehatan anak Indonesia yang bebas dari asap. "Program yang paling nyata adalah kami akan menanam pohon sebagai simbol bahwa hutan-hutan harus dikembalikan lagi fungsinya ke asalnya dan itu juga tanggung jawab dari negara," ujarnya.

    ANTARA

    Baca juga:
    Soal Asap, Gubernur Alex: Saya Sudah Berkali-kali Minta Maaf
    Atasi Asap, Ini Pesawat Malaysia yang Dikirim ke Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tahun-Tahun Indonesia Juara Umum SEA Games

    Indonesia menjadi juara umum pada keikutsertaannya yang pertama di SEA Games 1977 di Malaysia. Belakangan, perolehan medali Indonesia merosot.