Awasi Antraks, Jawa Barat Perketat Pintu Lintasan Ternak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Peternakan Jawa Barat Doddy Firman Nugraha mengatakan, sudah meminta pengetatan tiga cek-point perlintasan ternak memasuki wilayah Jawa Barat menjelang hari raya kurban. “Kami laksanakan pemeriksaan hewan juga di titik-titik hewan itu datang,” kata dia di Bandung, Jumat, 18 September 2015.

    Pintu masuk perlintasan hewan ternak di Jawa Barat ada tiga yakni di Losari, Banjar, dan Bekasi. Doddy mengatakan, hewan yang melewati pintu perlintasan itu akan diminta menyebutkan lokasi pengiriman akhirnya. “Kita koordinasi nanti dengan daerah tujuannya untuk melakukan pemeriksaan,” kata dia.

    Doddy mengatakan, Jawa Barat menjadi daerah tujuan pengiriman ternak kurban. Sapi misalnya, populasi yang ada berkisar 400 ribu ekor sementara kebutuhan hewan tersebut melonjak untu kurban. “Mereka tahu daerah konsumen ada di kita,” kata dia.

    Menurut Doddy, ada sejumlah penyakit hewan yang diwaspadai dengan tingginya lalu-lintas hewan ternak masuk Jawa Barat. Salah satunya penyakit Antraks. “Kasus positif Antraks terakhir ditemukan di Jawa Barat tahun 2008 di Kabupaten Bogor,” kata dia.

    Doddy mengatakan, Antraks masih menjadi penyakit endemis yang diwaspadai. “Ancaman munculnya penyakit ini tetap ada dengan meningkatnya lalu-lintas dan kumpulan ternak di satu lokasi membawa resiko munculnya penyakit menular termasuk Antraks,” kata dia.

    Dinas Peternakan Jawa Barat juga sudah mengirim Surat Edaran pada semua daerah untuk melakuan pemeriksaan hewan kurban yang dimulai 12 hari sebelum hari Raya Kurban, sampai tiga Hari Tasryik, tiga hari setalh Hari Raya.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar resmi melepas Tim Pemeriksa Hewan Kurban yang akan disebar memeriksa hewan ternah untuk keperluan kurban. Di Kantor Dinas Peternakan Jawa Barat, Deddy melepas secara simbolis 150 petugas yang terdiri dari dokter hewan, serta pegawai Dinas Peternakan daerah. “Ini perlindungan buat masyarakat, disamping menjaga agar syariat Islam terpenuhi,” kata Deddy, Jumat, 18 September 2015.

    Deddy mengatakan, jumlah hewan kurban tahun 2014 lalu jumlahnya mencapai 254.708 ekor. Terdiri dari 64.272 sapi, 1.411 kerbau, 158.632 domba, serta 30.393 kambing. “Kebutuhan kurban di Jawa Barat diperkirakan akan meningkat mencapai 270 ribu ekor lebih baik hewan itu sapi, kerbau, domba, maupun kambing,” kata dia.

    Dia meminta agar pedagang hewan kurban menjual ternak yang memenuhi persyaratan yakni sehat, tidak cacat, cukup umur, dan berkelamin jantan, serta dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal. “Penjualan ternak sebaiknya dilakukan di tempat-tempat penampungan tertentu agar memudahkan pengawasan,” kata Deddy.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.