Radio Kana di Banjarmasin Diancam Bom  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bom. Boards.ie

    Ilustrasi bom. Boards.ie

    TEMPO.CO, Banjarmasin - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Brigadir Jenderal Agung Budi Maryoto hari ini, Senin, 14 September 2015, memberikan keterangan kepada wartawan seusai gelar perkara ancaman bom terhadap kantor Radio Kana di Jalan K.S. Tubun, Kelurahan Pekauman, Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin.

    Ancam bom dilakukan seorang bernama Suriansyah, 30 tahun. Ancaman bom dikirim lewat pesan pendek kepada penyiar radio, Jonatan. Suriansyah mengancam akan meledakkan Radio Kana dengan bom rakitan yang diletakkan di bawah kolong kantor radio tersebut.

    Suriansyah mengirim ancaman bom pada Senin, 7 September lalu, pukul 21.30 wita. Mendapat teror, Jonatan segera melaporkannya kepada polisi pada Selasa, 8 September 2015. "Pelaku juga minta tebusan Rp 100 juta dan diserahkan di Basirih, warning no policy," kata Agung.

    Empat hari setelah laporan masuk, polisi meringkus Suriansyah di tempat tinggalnya di Jalan Kinibalu RT 35, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti ponsel Cross warna biru, ponsel Cross warna hitam, kartu AS, tiga bungkus kartu Tree, dan charger ponsel.

    Dugaan awal, ujar Agung, Suriansyah mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan rekam medis, Suriansyah pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum sekitar satu bulan. Untuk memastikan Suriansyah masih menderita sakit jiwa, akan dilakukan tes kejiwaan dengan bantuan psikolog.

    Baca juga:
    MU 3-1 Liverpool: Kenapa Kekalahan Ini Selalu Menyakitkan bagi Liverpool?

    Sentuh Si Seksi Taylor Swift, Pria Ini Sengsara, Kini...

    Meski demikian, Suriansyah telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 336 KUHP dan Pasal 455 ayat 3 juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. "Ancaman hukumannya 12 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 2 miliar," ucap Agung.

    Menurut Agung, jika hasil tes kejiwaan menyatakan menderita kelainan mental, Suriansyah akan direhabilitasi di rumah sakit jiwa. "Tapi, kalau terbukti dia normal, proses hukum berlanjut," tuturnya.

    Saat dimintai tanggapan, Suriansyah mengaku hanya sebatas belajar menggunakan telepon genggam. Dia tak punya niat melakukan teror bom terhadap Radio Kana. "Ulun (saya) belajar SMS. Ulun (saya) enggak mengancam," katanya dengan logat Banjar seraya menebar senyum.

    DIANANTA P. SUMEDI

    Baca juga: 

    Tragedi Crane Jatuh: Wanita Ini Memang Ingin Meninggal di Mekah
    Ruhut Bicara Soal Kedekatan Rizal Ramli dengan Artis Cantik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.