Gelar Apel Siaga, Banser Cirebon Tegaskan Islam Nusantara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama) membuat barikade di panggung saat pembahasan Tata Tertib Muktamar NU ke 33 di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Minggu malam, 2 Agustus 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    Anggota Banser (Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama) membuat barikade di panggung saat pembahasan Tata Tertib Muktamar NU ke 33 di Alun-alun Jombang, Jawa Timur, Minggu malam, 2 Agustus 2015. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Cirebon - Menjelang perayaan 70 tahun Indonesia merdeka, Banser Nahdlatul Ulama se-wilayah Cirebon menggelar apel siaga, Sabtu, 15 Agustus 2015. Apel mengukuhkan kembali Islam Nusantara di Indonesia.

    Berdasarkan pantauan Tempo, apel siaga Banser digelar di ruas jalan RA Kartini, Kota Cirebon tepat di depan Masjid At Taqwa. Banser se-wilayah Cirebon yang terdiri dari Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan menghadiri apel siaga tersebut.

    Salah satu petinggi Banser Cirebon, Alfa Isnaini mengungkapkan apel ini dilakukan sebagai komitmen Banser untuk menolak paham radikal di Indonesia. Terlebih radikalisme atas nama agama. "Komitmen ini pun harus disebarluaskan di bumi Nusantara," kata Alfa.

    Ini pun, lanjut Alfa, sebagai komitmen pengukuhan Islam Nusantara. "Islam itu damai, ini yang harus dikukuhkan di bumi Indonesia," kata Alfa.

    Alfa mengungkapkan siapa pun yang ada di bumi Indonesia, harus sepakat dengan Pancasila dan NKRI. "Siapa pun yang tidak sepakat, akan kita lawan bersama-sama," kata Alfa.

    Sementara itu Wakil Sekjen GP Anshor, Emay Ahmad Maehi, mengatakan selama ini NU tidak pernah merasa tinggal di rumah sendiri. "NU sudah ada sejak Indonesia merdeka, karenanya Indonesia adalah rumah kita sendiri," katanya.

    Karenanya mereka pun akan melawan siapa pun yang menyebarkan paham radikalisme dan merusak tatanan toleransi di Indonesia. "Perbedaan itu adalah kekayaan kita, Indonesia," katanya. Wujud ibadah yaitu dengan tidak mencelakai satu sama lain dan saling menghormati.

    IVANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.