Pimpinan Tertinggi Tarikat NU Temui Gus Solah, Bicara Apa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Solahudin Wahid. TEMPO/Dwianto Wibowo

    Solahudin Wahid. TEMPO/Dwianto Wibowo

    TEMPO.CO, Jombang – Tak banyak yang tahu bahwa di tengah hiruk-pikuk Muktamar Nahdlatul Ulama (NU), pemimpin thoriqoh Al Mu'tabarah An Nahdliyah Habib Muhammad Lutfi bin Yahya berkunjung ke Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Selasa malam, 4 Agustus 2015. Habib Lutfi merupakan Rais Aam Jam’iyah Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah yang selama ini jadi rujukan tarikat NU.

    “Betul, Selasa malam Habib Lutfi ke rumah saya,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid (Gus Solah) melalui pesan pendek kepada Tempo, Kamis, 6 Agustus 2015. Namun Gus Solah enggan menjelaskan maksud kedatangan Habib Lutfi yang selama ini disegani oleh ulama-ulama NU itu.

    Kedatangan Habib Lutfi ke Tebuireng juga dibuktikan dari sebuah foto yang diambil oleh orang dekat Gus Solah. Foto itu memperlihatkan Habib Lutfi sedang berbincang-bincang dengan KH Hasyim Muzadi di kediaman Gus Solah atau lazim disebut dalem sepuh.

    Tak ada media yang meliput momen itu sehingga tidak diketahui isi pembicaraan dua tokoh tersebut. Habib Lutfi sendiri tidak terlihat datang ke arena muktamar di Alun-alun Kabupaten Jombang. Adapun Gus Solah tak bersedia membuka isi pembicaraan dengan Habib Lutfi.

    Dalam muktamar itu struktural NU terbelah menjadi kubu yang menolak dan menerima KH Makruf Amin sebagai Rais Aam dan KH Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum (Tanfidziyah) PBNU periode 2015-2020. KH Mustofa Bisri (Gus Mus) yang sebelumnya dipilih jadi Rais Aam menyatakan tak bersedia dicalonkan melalui surat yang dikirim ke panitia muktamar.

    Forum PWNU dan sejumlah PCNU yang menolak muktamar akan menggugat hasil Muktamar NU ke-33 ke Pengadilan Tata Usaha Negara. “Kami berharap pengadilan memerintahkan muktamar ulang,” kata juru bicara forum lintas PWNU yang juga Ketua Pengurus Cabang NU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin atau akrab disapa Gus Aab.

    ISHOMUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.