Denny Indrayana Yakin Kasusnya Akan Dihentikan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana masuk kedalam mobilnya seusai menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, 26 Mei 2015. Denny diperiksa selama 9 Jam oleh penyidik sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Payment Gateway Kemenkumham tahun 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana masuk kedalam mobilnya seusai menjalani pemeriksaan di Bareskirim Mabes Polri, Jakarta, 26 Mei 2015. Denny diperiksa selama 9 Jam oleh penyidik sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Payment Gateway Kemenkumham tahun 2014. Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana optimistis kasus korupsi pembayaran elektronik dalam pengurusan paspor di keimigrasian yang membelitnya akan dihentikan. 

    Menurut dia, kebijakan pengubahan sistem pembayaran dari sebelumnya manual menjadi elektronik adalah sebuah inovasi, bukan perkara korupsi. “Saya optimistis kasus saya ini akan dihentikan,” kata Denny setelah menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Markas Besar Republik Indonesia, Rabu, 1 Juli 2015. 

    Hari ini, Denny menjalani pemeriksaan di Bareskrim untuk kelima kalinya. Dia mengatakan, dalam pemeriksaan, penyidik hanya mengajukan beberapa pertanyaan. Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada itu mengatakan, dalam jawabannya, ia berkali-kali menekankan bahwa tindakan yang dilakukannya adalah sebuah inovasi dalam pelayanan publik. 

    “Saya tegaskan kepada penyidik, program ini untuk memperkuat pelayanan publik,” ujarnya. 

    Menurut Denny, sebelum adanya sistem elektronik, proses pembuatan paspor memakan waktu lama. Proses yang lama itu juga menyuburkan praktek pungutan liar. Berkat program yang dicetuskannya, proses pembuatan paspor bisa lebih cepat dan dilakukan melalui media daring. 

    “Semua rangkaian pemeriksaan kami tegaskan, yang kami lakukan di Kemenkumham bukan korupsi,” tuturnya. “Dari awalnya manual, antre di loket, lama, mengundang pungli; menjadi di bank dengan elektronik.”

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.