Lebaran, Pengunjung Pasar Ditargetkan Membludak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pasar Tradisional. TEMPO/Imam Sukamto

    Ilustrasi Pasar Tradisional. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO , Jakarta: Pemerintah Yogyakarta menargetkan kunjungan wisata ke pasar tradisional mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, naik sekitar 60 persen, dibanding hari biasa. Target itu untuk tiga pasar utama di antara 31 pasar, yakni Pasar Beringharjo, Giwangan, dan Pasar Pakuncen (Klitikan).


    “Baik kunjungan atau omzet, kami targetkan naik signifikan sesuai dengan kekhasan pasar,” kata Kepala Badan Pengembangan Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta, Rudi Firdaus, kepada Tempo,  27 Juni 2015.


    Pasar Beringharjo tetap menjadi andalan utama penyumbang pendapatan pajak retribusi tertinggi. Pasar dengan 8.000 pedagang dengan aneka produk itu berada di pusat bisnis yang disokong oleh pedagang kaki lima Malioboro dan pasar sore di Benteng Vredeburg. Omzetnya rata-rata Rp 4 miliar. “Kami dorong meningkat, minimal di atas 50 persen saat puncak Lebaran nanti.”


    Rudi mengatakan, mulai H-14 hingga H+7 Lebaran, di Pasar Beringharjo disediakan 20 orang pemandu wisata. Dari total 21 ribu kunjungan pasar tradisional di Yogyakarta, pada hari normal Beringharjo dikunjungi sekitar 4.000 orang per hari. Lebaran nanti ditargetkan 6.000 orang per hari.


    Dia mengakui, untuk meningkatkan kunjungan dan omzet pasar tradisional secara keseluruhan, butuh usaha keras. “Target rata-rata sekitar 10 persen saja, khususnya pasar tradisional yang masih kurang populer.”


    Namun pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Sore Malioboro, Suprapto, belum berani memprediksi kunjungan dan omzet Lebaran tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Sebab, waktunya berbarengan dengan liburan sekolah. Pedagang juga belum berani menambah stok. “Lihat trennya sampai pertengahan Ramadan nanti.”


    Pedagang menyediakan stok pakaian dan batik sekitar 2.000 potong. “Kalau kunjungan memang bagus, kami baru berani kulak dua kali lipat,” kata dia. Saat normal, para pedagang Malioboro meraih omzet maksimal Rp 1 juta.


    Mendekati Lebaran, misalnya H-10, omzet perlahan naik menjadi Rp 2,5- 3 juta per hari. “Pas puncak Lebaran, sekitar H-1 sampai H+7, sehari bisa sampai Rp 4-5 juta.”


    PRIBADI WICAKSONO | L.N. IDAYANIE




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.