Gelar Pilkada, Bawaslu Latih Pengawas dari Masyarakat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu memasukan kertas suara ke dalam kotak suara saat  Pemilukada ulang di Perumahan Griya pamulang 2, Tanggerang Selatan, Minggu (27/2). Pemilihan kepala daerah ulang Tanggerang Selatan diadakan serentak hari ini. TEMPO/Arie Basuki

    Seorang ibu memasukan kertas suara ke dalam kotak suara saat Pemilukada ulang di Perumahan Griya pamulang 2, Tanggerang Selatan, Minggu (27/2). Pemilihan kepala daerah ulang Tanggerang Selatan diadakan serentak hari ini. TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.CO, Semarang - Dengan adanya keterbatasan personil pengawas pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI mendorong adanya partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi proses pemilihan kepala daerah serentak tahun ini. “Masyarakat sangat berperan dalam pengawasan partisipasif dalam pilkada serentak,” kata Pimpinan Bawaslu RI, Endang Wihdatiningtyas di Semarang,  Jawa Tengah, Ahad 14 Juni 2015.

    Untuk tujuan itu, Bawaslu mengadakan pelatihan investigasi pengawasan tokoh masyarakat, akademisi, wartawan, unsur penyelenggara pemilu. Endang menjelaskan, pelatihan itu dibagi dalam tiga kelas, yakni kelas sosialisai, pengawasan, dan kelas penyelesaian sengketa.

    Endang menyatakan agar pilkada bisa berjalan jujur, adil dan fair maka diperlukan pengawasan yang ketat. Apalagi, pilkada adalah sebuah kompetisi antara berbagai pihak, terutama antar kandidat kepala daerah dan partai politik. “Dalam kompetisi itu rentan pelanggaran,” kata Endang. Kesuksesan pilkada, kata Endang, tak hanya hasil tapi juga proses yang sukses dan lancar.

    Untuk itulah diperlukan partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi pilkada. “Jika banyak yang ikut mengawasi peserta pilkada maka jika ada orang yang hendak melakukan pelanggaran maka orang tersebut akan berpikir ulang,” ujarnya.

    Jumlah personil pegawas pilkada di Jawa Tengah memang terbatas. Jumlah anggota Bawaslu di tingkat Jawa Tengah hanya tiga orang. Adapun di masing-masing kabupaten/kota, jumlah pengawas pemilu juga hanya tiga orang. Adapun di tingkat kecamatan ada sebanyak 1.020 orang panitia pengawas pilkada yang tersebar di 21 kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada serentak tahun ini.

    Tahun ini, 21 kabupaten/kota di Jawa Tenga bakal menggelar pilkada serentak yang pencoblosannya dilakukan pada 9 Desember 2015. Sebanyak 21 daerah itu antara lain: Blora, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Sragen, Pekalongan, Rembang, Grobogan, Wonosobo. Saat ini, tahapan pilkada sudah dimulai, seperti pendaftaran calon perseorangan.

    ROFIUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Memberangkatkan 529 Kloter pada Musim Haji 2019

    Pada musim haji 2019, Indonesia memberangkatkan 529 kelompok terbang, populer disebut kloter, yang akan dibagi dalam dua gelombang.