Diejek Pelacur, Sumiati Habisi Tetangga  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.CO , Bangkalan:Gara-gara menyebut tetangganya pelacur. Sutifah, 27 tahun, meregang nyawa. Warga Desa Lantek Barat, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur ini tewas akibat dipukul dengan balok kayu oleh tetangganya sendiri, Sumiati, 30 tahun.

    Kepala Kepolisian Sektor Galis, Ajun Komisaris Hari Akriyanto mengatakan Sutifah tewas akibat luka selebar 5 sentimeter pada bagian dahi setelah dipukul oleh tersangka Sumiati. Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Daerah Syamrabu Bangkalan. (Baca: Mengapa Jakarta Butuh Lokalisasi Pelacur? Ini Penjelasannya)

    Namun nyawanya tidak tertolong. Pada Senin malam, 4 Mei 2015, Sutifah meninggal dunia. "Malam itu juga tersangka Sumiati kami tangkap," kata Hari kepada wartawan, Selasa, 5 Mei 2015.

    Kepada penyidik, kata Hari, Sumiati mengaku nekat memukul korban karena dendam lantaran diejek dengan sebutan pelacur dan keturunan pelacur. Pemukulan oleh Sumiati pada Minggu malam, 3 Mei 2015 lalu, lanjut dia, bukanlah yang pertama. "Keduanya sudah berselisih sejak 2014. Saat itu, Sumiati juga pernah memukul kepala korban," tutur Hari.

    Pertikaian antar keduanya sempat mereda setelah Sutifah memutuskan merantau ke Malaysia. Dua pekan lalu, Sutifah pulang ke kampung halamannya. Entah bagaimana awalnya, Sumiati dan Sutifah tiba-tiba berpapasan di depan sebuah rumah kosong. (Baca: Celah Ini Dipakai Pelacur Menembus Apartemen Kalibata City)

    Melihat Sutifah, dendam lama di hati Sumiati kembali bergelora. Tanpa pikir panjang, tersangka mengambil balok kayu dan kemudian memukul kepala korban. "Sutifah rebah dan dilarikan ke rumah sakit," ujar Hari.

    Saat itulah, Sutifah bercerita kepada keluarganya bahwa dirinya dipukul oleh Sumiati. Namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Sutifah meninggal sehari setelah pemukulan itu.

    Pengakuan korban itulah yang dijadikan dasar oleh polisi menangkap tersangka. "Tersangka kami jerat dengan pasal 351 KUHP, ancamannya 7 tahun penjara," pungkas Hari.

    MUSTHOFA BISRI

    Baca Juga:
    Asam Sulfat Tumpah di Tol Grogol, Satu Tewas
    Longsor Pangalengan, 13 Warga Diduga Masih Tertimbun
    Tedjo: Pencopotan Budi Waseso Urusan Polri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gerhana Bulan Parsial Umbra Terakhir 2019

    Pada Rabu dini hari, 17 Juli 2019, bakal terjadi gerhana bulan sebagian. Peristiwa itu akan menjadi gerhana umbra jadi yang terakhir di tahun 2019.