Mereka yang Terpilih, Tokoh Tempo 2014  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdee Negara, musisi Slank, berpose bersama relawan lainnya saat sesi pemotretan di kantor Tempo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Desember 2014. Tempo/Ngarto Februana

    Abdee Negara, musisi Slank, berpose bersama relawan lainnya saat sesi pemotretan di kantor Tempo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Desember 2014. Tempo/Ngarto Februana

    TEMPO.CO, Jakarta - Tubuh tegap, gelap, dan penuh tatto menggenapi tampilan berani Jerinx melawan reklamasi Teluk Benoa, Bali. Berhadapan dengan kekuatan modal besar, dia beraksi lewat musik menghentak dan orasi tajam.

    Kampanye menyelamatkan Benoa dilakukan tak pandang tempat, di tengah demonstrasi sampai panggung pentas. I Gede Ari Astina alias Jerinx menjadi tokoh sentral gerakan ForBALI (Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi). “Kami sering diintimidasi,” kata drumer grup band beraliran punk asal Bali, Superman Is Dead, ini.

    Jerinx bermetaformasa dari pemuda yang gandrung bermusik menjadi relawan aktivis garis keras dalam gerakan antireklamasi Benoa yang berpengaruh tahun ini. Kepedulian dan partisipasi publik menjadi kata kunci. “Perubahan wujud” serupa dialami Abdee Negara, Dyah Kartika Rini Djoemadi, Ainun Najib, dan Teuku Radja Sjahnan--- para relawan Tokoh Tempo 2014.

    Abdee, gitaris band Slank, menggelar perhelatan musik besar bertajuk Konser Salam Dua Jari Menuju Kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, yang dipercaya menjaid salah satu pendorong keberhasilan Joko Widodo menjadi Presiden RI ke-7. “Seniman secara natural adalah aktivis,” ucap pria bernama lahir Abdi Negara Nurdin itu.

    Adapun Kartika, rela meninggalkan sementara profesi sebagai konsultan kebijakan publik untuk menjadi panglima perang di sosial media menyokong Jokowi. Lajang ini mengorkestra Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev) yang dipimpinnya dan aktivis sosial media lainnya dalam kampanye Pemilihan Presiden 2014.

    Masih ada Ainun Najib, pria asal Gresik ini bekerja sukarela bersama beberapa kawannya di luar negeri untuk membantu publik mengawasi penghitungan suara pemilihan presiden. Dengan keahlian di bidang teknologi informasi, mereka membeberkan perolehan suara hari per hari dengan mengolah data C1 dari Komisi Pemilihan Umum lewat situs KawalPemilu.org.

    Kalau Radja melakukan gerakan lebih awal seputar Pemilihan Umum Legislatif 2014. Dia menyedikan data dan profil calon legislatif di tiap daerah pemilihan. JariUngu.com, situs yang dikelolanya, memungkinkan masyarakat memilih calon anggota parlemen yang tepat dan berkualitas, bukan cuma terkenal banyak posternya di pepohonan.

    Simak cerita selengkapnya sepak terjang mereka dalam Edisi Khusus Tokoh Tempo 2014 terbitan Senin, 15 Desember 2014.

    Jobpie Sugiharto

     

    VIDEO TERKAIT:


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.