Tetangga Kaget Guru Besar Unhas Nyabu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua mahasiswi yang ditangkap bersama Pembantu Rektor III Universitas Hasanuddin, menutup kepalanya saat diperiksa polisi di Polrestabes, Makassar, Sulsel, 14 November 2014. Guru besar Unhas itu ditangkap bersama dengan seorang mahasiswinya berinisial N, karena mengkonsumsi sabu di kamar Hotel. TEMPO/iqbal lubis

    Dua mahasiswi yang ditangkap bersama Pembantu Rektor III Universitas Hasanuddin, menutup kepalanya saat diperiksa polisi di Polrestabes, Makassar, Sulsel, 14 November 2014. Guru besar Unhas itu ditangkap bersama dengan seorang mahasiswinya berinisial N, karena mengkonsumsi sabu di kamar Hotel. TEMPO/iqbal lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Rani, tetangga guru besar Universitas Hasanuddin, kaget mendengar kabar bahwa Prof Musakkir diduga telibat kasus narkoba. Pasalnya, selama ini keseharian akademikus itu tidak menunjukkan tanda-tanda sebagai pengkonsumsi obat terlarang. (Dosen Unhas Ditangkap, Mabes Polri: Butuh Bukti)

    "Saya tidak percaya kalau Pak Musakkir mengkonsumsi narkoba. Dia orangnya rajin salat berjemaah bersama kami, ramah, baik hati," kata Rani, yang juga tinggal di Perumahan Dosen Unhas di Jalan Perintis Kemerdekaan, Sabtu, 15 November 2014. (Guru Besar Unhas Tertangkap Nyabu, Ini Kata BNN)

    Rani dan tetangganya tak mengetahui peristiwa penangkapan Musakkir oleh polisi ketika sedang berpesta sabu, Jumat dinihari kemarin. Dengan demikian, kabar yang disiarkan media sangat mengagetkan. "Tetangga tahu kabar itu setelah wartawan datang bertanya," ujarnya. (Siapa Mahasiswi Nyabu Bareng Guru Besar Unhas?)

    DIDIT HARIYADI

    Terpopuler:
    Unhas Geger, Guru Besar dan Mahasiswi Nyabu
    Tertangkap Nyabu, Ini Pembelaan Guru Besar Unhas
    Pimpinan Partai Koalisi Prabowo Kumpul, Bahas Apa?
    KPK Pecat Pegawainya yang Selingkuh
    G20, Jokowi: Ikut Juga Belum, Sudah Disuruh Keluar


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.