3 Kemesraan Ahok-Lulung Setelah Cekcok Panjang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahok (kanan) berbincang dengan Lulung Lunggana saat bertemu dalam acara Lebaran Betawi di Monas, Jakarta, 14 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Ahok (kanan) berbincang dengan Lulung Lunggana saat bertemu dalam acara Lebaran Betawi di Monas, Jakarta, 14 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kerap bersitegang dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung. Riwayat perseteruan mereka terekam sejak Mei 2013 hingga mencapai puncaknya pada pertengahan September 2014. (Baca: 7 Serangan Ahok yang Bikin Lulung Geram)

    Komunikasi politik mereka kerap naik-turun, yang diwarnai tudingan-tudingan dan perdebatan sengit. Namun, hubungan mereka tampak mencair saat acara Lebaran Betawi yang digelar di Silang Monas, Jakarta, Ahad, 14 September 2014. Berikut momen-momen langka itu:

    1. Cipika-cipiki

    Lulung yang datang terlambat ke acara itu sekitar pukul 10.15 WIB disambut Ahok dengan cium pipi kanan dan kiri. Keduanya juga berjabat tangan erat dan sempat berbicara satu sama lain. Entah apa isi pembicaraannya. (Baca: Haji Lulung Mengaku Sudah Selesai dengan Ahok)

    Begitu tiba di kursinya, politikus Partai persatuan Pembangunan itu enggan menyebutkan isi pembicaraannya dengan Ahok. "Enggak ada, wartawan biang kerok aja," kata Lulung, berkelakar. Wakil Ketua DPRD ini tidak duduk di dekat Ahok. Ia duduk di ujung sementara Ahok di tengah barisan kursi undangan.

    2. Pakaian Seragam

    Dalam acara itu, Lulung tampak mengenakan pakaian ada betawi yang seragam dengan Ahok: ujung serong. Busana ini berbentuk jas berkerah seperti baju koko, senada dengan warna celananya, dengan memakai kain batik khas pesisir di pinggang yang dipakai tidak lurus, sehingga dinamakan ujung serong dan biasanya dilengkapi kopiah hitam.

    Jas yang umumnya berkancing lima buah ini biasa digunakan oleh para pria Betawi dalam setiap hajatan keluarga atau pun dipergunakan oleh karyawan pemerintah dalam rangka perayaan besar seperti memperingati hari ulang tahun Kota Jakarta. (Baca: Di Lebaran Betawi, Ahok-Haji Lulung Mesra)

    3. Minta Izin dan Senyum Simpul

    Sebelum menyampaikan sambutan, Ahok meminta izin kepada Lulung, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan itu. "Bos minta izin," ucap Ahok. Mendengar ucapan itu, Lulung hanya tersenyum simpul.

    Dalam pidatonya, Ahok mengaku tidak memiliki masalah pribadi dengan Lulung. Bahkan ia menyebut Lulung sebagai salah satu teman baiknya. "Beliau itu teman baik, saya sparring partner terus dengan dia," kata Ahok. (Baca: Ahok: Lulung Sparring Partner Saya)

    ERWAN HERMAWAN | BC

    TERPOPULER
    Wanita Ini Teror Tetangga Demi Rumah Impian

    5 Senyawa yang Baik untuk Kesehatan Mata

    Kapolri Tahu Misteri Penyebab Hilangnya MH370

    Fadli Zon Ingin Basmi Kutu Loncat seperti Ahok


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.