Diduga Terima Suap Rp 6,5 M, Dua Polisi Jadi Tersangka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Judi Online. egambleonline.com

    Ilustrasi Judi Online. egambleonline.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua petugas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Ajun Komisaris Besar Murjoko Budoyono dan Ajun Komisaris Dudung S., menjadi tersangka setelah diperiksa Mabes Polri. Keduanya kedapatan menerima suap lebih dari 6,5 miliar rupiah dari orang berinisal AI, DT, dan T, yang merupakan bandar judi online.

    Murjoko dijadikan tersangka dan ditahan di Rumah Tahanan Bareskrim Polri pada 12 Agustus 2014. Sedangkan Dudung sampai saat ini belum ditahan. (Baca: Polisi Bongkar Jaringan Judi Online Internasional)

    "Pasti akan kami tahan. Kami menunggu bukti yang cukup," ujar Kepala Sub-Direktorat IV Tindak Pidana Korupsi Komisaris Besar Yudhiawan pada Kamis, 14 Agustus 2014.

    Murjoko sampai sekarang menjabat Kepala Sub-Unit III Kejahatan dan Kekerasan. Sedangkan Dudung adalah bawahan Murjoko di unit yang sama.

    Menurut Yudhi, perkara berawal dari pemblokiran 18 rekening bank sebagai bagian dari penyidikan judi online di Jawa Barat pada 17 Juni 2014. Rekening dimiliki oleh tiga orang terduga. Rinciannya, AD dan T mempunyai 16 rekening, sementara AI mempunyai enam rekening. Total jumlah rekening masih belum diketahui. (Baca: Sebanyak 199 Rekening Diblokir Terkait Judi Online)

    Namun pemblokiran sejumlah rekening ini tidak berujung pada pemeriksaan para terduga. Divisi Propam, tutur Yudhi, yang curiga terhadap kejanggalan ini langsung melakukan pengusutan.

    ROBBY IRFANY


    Terpopuler:
    Novela Saksi Prabowo Doakan Israel
    Begini Robin Williams Saat Pertama Ditemukan 
    Kenaikan Gaji PNS Jadi Pilot Project Jokowi 
    Ketua MK Ancam Pidanakan Saksi-saksi Palsu
    Mau Ganti Dirut PLN, Dahlan Iskan Ditentang W


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.