Mabes Polri Selidiki Identitas Jurnalis Prancis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga tetap  melewati Jembatan Kali Balim Pike yang ambruk di distrik Wamena kota Kabupaten Jayawijaya Papua (8/12). ANTARA/ Iwan Adisaputra

    Sejumlah warga tetap melewati Jembatan Kali Balim Pike yang ambruk di distrik Wamena kota Kabupaten Jayawijaya Papua (8/12). ANTARA/ Iwan Adisaputra

    TEMPO.COJakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Boy Rafli Amar mengatakan masih akan memeriksa identitas jurnalis asing asal Prancis, Thomas Charles Tendeis, yang ditangkap aparat Kepolisian Resor Jayawijaya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Kamis, 7 Agustus 2014.

    "Kepolisian bekerja sama dengan pihak Imigrasi untuk memeriksa identitas orang itu," kata Boy, saat dihubungi, Jumat, 8 Agustus 2014. "Karena harus jelas identitas dia dari mana." (Baca:Salahi Izin, Jurnalis Prancis Ditangkap di Papua)

    Boy mengatakan institusinya akan menelusuri bagaimana dan dengan cara apa pria yang mengaku jurnalis itu masuk ke Indonesia serta untuk media mana dia bekerja. "Karena semua administrasinya harus clear dan dipatuhi," ujar Boy. "Apalagi dia orang asing yang masuk ke Papua."

    Boy mengatakan dari penyelidikan awal, Thomas memang menyalahi izin visa seperti tertulis di paspornya. Dalam visa Thomas, dia berkunjung ke Wamena sebagai turis. "Nah, dari situ saja jelas dia sudah menyalahi. Kalau memang turis ya jadi turis, jangan untuk bekerja," ujar Boy. "Tapi selebihnya masih akan kami dalami."

    Jika memang tidak ada yang disalahi dari identitasnya, kata Boy, dan dipastikan pria itu adalah benar jurnalis asing asal Prancis, maka Kepolisian akan segera membebaskannya. (Baca:Jurnalis Asing Ditangkap, AJI Minta Polisi Melunak)

    Sebelumnya, jurnalis asing asal Prancis bernama Thomas Charles Tendeis, 40 tahun, ditangkap aparat Kepolisian Resor Jayawijaya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Kamis, 7 Agustus 2014, pukul 09.30 WIT. Ia diduga meliput kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Puron Wenda dan Enden Wanimbo yang selama ini disangka sebagai penembak di wilayah pegunungan tengah Papua. 

    Menurut Kepolisian setempat, penangkapan Thomas karena dianggap menyalahi izin. Dalam visanya, Thomas hanya mendapat izin sebagai turis.

    REZA ADITYA

    Baca juga:
    Kisah Pocong di Foto Syahrini Saat Umrah
    5 Gugatan Prabowo yang Dipertanyakan Hakim MK
    Orang Kaya Baru Indonesia Tersebar di Pedalaman
    Merasa Kecewa, Pendukung Prabowo Pindah Dukungan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.