Sabtu, 20 Oktober 2018

400 Advokat Prabowo Versus 200 Pengacara Jokowi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar Kombinasi calon presiden Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta, 20 Mei 2014 (kiri) dan Joko

    Gambar Kombinasi calon presiden Indonesia Prabowo Subianto di Jakarta, 20 Mei 2014 (kiri) dan Joko "Jokowi" Widodo di Jakarta, 16 Maret 2014. REUTERS/Stringer (kiri) dan Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua kubu peserta pemilu presiden yang sedang bersengketa mengaku menyiapkan ratusan pengacara untuk mengawal gugatan mereka. Tim Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mengaku menyiapkan 400 lebih pengacara, sedangkan tim Joko Widodo-Jusuf Kalla juga mengaku menyiapkan 200 lebih pengacara.

    Ketua tim advokasi pasangan Prabowo-Hatta, Habiburokhman, saat dihubungi Tempo mengatakan, "Tim sudah menyiapkan 400-an advokat," Selasa, 5 Agustus 2014. Tim juga sudah menunjuk ia dan Mahendradatta sebagai juru bicara. (Baca: Ketua MK Sarankan Massa Pendukung Damai)

    Sementara itu, tim Jokowi juga menyiapkan ratusan pengacara untuk menjawab tudingan Prabowo. "Advokat kita sudah siapkan 200 orang lebih," kata wakil dari tim Jokowi, Trimedya Panjaitan, politikus PDI Perjuangan. Dengan juru bicara kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) wilayah DKI Jakarta, Fira Prayuna.

    Sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) bakal menyelenggarakan sidang perdana gugatan calon presiden dan wakil presiden pada Rabu, 6 Agustus 2014. Sidang ini merupakan sidang perdana gugatan yang dilayangkan oleh pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa itu.

    Alasan tim mendaftarkan gugatan adalah adanya dugaan daftar pemilih khusus tambahan (DPKTb) siluman. Salah satunya di Sulawesi Selatan. Ahmad Baskam, koordinator saksi tim Merah Putih kubu Prabowo-Hatta di Sulawesi Selatan, menyatakan alat bukti 85 ribu DPKTb yang dinilai siluman telah diserahkan ke tim Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) pusat pada 21 Juli 2014. (Baca: Hamdan Jamin MK Obyektif Tangani Sengketa Pilpres)

    Menurut Ahmad, DPKTb yang dinilai siluman itu tersebar di 16.757 TPS di Sulawesi Selatan. Mereka adalah para pemilih yang menggunakan KTP atau kartu keluarga. "DPKTb itu banyak ditemukan di C1 atau hasil rekap PPS dan DC1 untuk rekap provinsi," ujarnya, Jumat, 1 Agustus 2014.

    Akibat banyaknya DPKTb yang dinilai janggal itu, kubu Prabowo-Hatta mengatakan sejak awal telah menyampaikan keberatan ke KPU Sulawesi Selatan dan telah dicatat dalam formulir DC2 atau surat keberatan. (Baca: MK Jamin Bukti Gugatan Prabowo Aman)

    Namun, kata Ahmad, KPU Sulawesi Selatan tidak menggubrisnya ketika rekapitulasi digelar pada 16 Juli lalu. "Karena temuan kami tidak digubris, kami lanjutkan gugatan ke MK," katanya.

    FEBRIANA FIRDAUS

    Baca juga:
    Warga Solo Hapus Mural Bergambar Bendera ISIS
    KPK Periksa Ajudan Bupati Karawang
    Agnes Mo dan Siwon Super Junior Saling Merindu
    OPM Serang Konvoi Brimob di Papua

    SHARE: Facebook | Twitter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.