Pro-Jokowi Laporkan 'RIP Jokowi' ke Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa yang tergabung dalam Gerakan stop Politisasi Jokowi (Ger stop pol Jokowi) melakukan gerakan dukungan kepada Jokowi di Balai kota, Jakarta, (04/04). TEMPO/Dasril Roszandi

    Massa yang tergabung dalam Gerakan stop Politisasi Jokowi (Ger stop pol Jokowi) melakukan gerakan dukungan kepada Jokowi di Balai kota, Jakarta, (04/04). TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pro-Jokowi (Projo), akan melaporkan kampanye hitam yang mengisukan meninggalnya calon presiden dari PDIP, Joko Widodo alias Jokowi, kepada Badan Reserse Kriminal Mabes Polri.

    Kepala Divisi Hukum dan Konstitusi Projo, Sunggul Hamonangan Sirait, mengatakan laporan akan dibuat pada hari ini, Sabtu, 10 Mei 2014, pukul 10.00. "Kami akan laporkan pidana 'RIP Jokowi' ke Bareskrim Mabes Polri," kata Sunggul dalam undangan yang diterima Tempo, Sabtu, 10 Mei 2014. (Baca:Layaknya Mother Teresa, Jokowi Punya Empati Tinggi)

    Sebelumnya, pada Kamis pagi, 8 Mei 2014, pengguna jejaring sosial Twitter dan Facebook digegerkan oleh sebuah gambar dengan tulisan yang menyatakan Jokowi meninggal. Gambar berisi kabar meninggalnya Jokowi itu didesain bak obituari. Ukurannya kurang lebih 20 x 20 sentimeter, berwarna hitam-putih, dan terdapat foto Jokowi yang tengah tersenyum di bagian kiri atasnya.

    Dalam gambar itu, Jokowi ditampilkan sebagai warga negara Indonesia keturunan Tionghoa beragama Nasrani. Namanya, setelah gelar insinyur, diawali dengan nama baptis Herbertus dan di bawah nama aslinya terdapat nama Mandarin, Oey Hong Liong.

    Gambar itu mengilustrasikan bahwa Jokowi telah meninggal pada usia 53 tahun pada Ahad lalu pukul 15.30 dan disemayamkan di kantor PDI Perjuangan, Lenteng Agung. Gambar itu juga menyebutkan Jokowi akan dikremasi pada Selasa, 6 Meri 2014. (Baca:Tim Jokowi Akan Laporkan Dugaan Pelanggaran )

    Nama istri Jokowi, Iriana Widodo, juga disebutkan di gambar itu sebagai yang mengasihi. Setelah nama Iriana, ada ucapan duka cita dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati beserta seluruh tim sukses capres 2014.

    AFRILIA SURYANIS

    Terpopuler:
    Dirawat di Singapura, Olga Dikabarkan Meninggal
    Penyuap Bupati Bogor Diduga Terkait Grup Bakrie
    Bahasa Gado-gado Miranda dalam Rapat Century


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.