Kelud Siaga, Hewan Gunung Mulai Turun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wisatawan melihat kubah lava atau biasa di sebut anak Gunung Kelud di kawasan wisata Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (11 Agustus 2013). Saat ini kawasan wisata ini tertutup untuk wisata. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Wisatawan melihat kubah lava atau biasa di sebut anak Gunung Kelud di kawasan wisata Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (11 Agustus 2013). Saat ini kawasan wisata ini tertutup untuk wisata. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Aktivitas vulkanik Gunung Kelud terus menunjukkan peningkatan. Sejumlah hewan liar dari puncak Kelud mulai turun menyatroni permukiman penduduk.

    Petugas pemantauan Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, mencatat terjadi 22 gempa vulkanik dalam, 97 gempa vulkanik dangkal, serta tiga gempa tektonik jauh. Adapun suhu di puncak mencapai 56,5 derajat Celsius. "Secara kegempaan memang terus meningkat," kata Kepala Pos Pemantauan Kelud Khoirul Huda, Selasa, 11 Februari 2014. (Baca juga: Status Gunung Kelud Naik Jadi Siaga)

    Khoirul tetap meminta masyarakat mematuhi penetapan zona bahaya dalam radius 5 kilometer dari puncak Kelud. Selain dipenuhi kabut gelap, kawasan itu juga menebar aroma belerang yang keluar dari kubah lava. Situasi ini tentu membahayakan siapa pun yang menerobos masuk karena berpotensi terjatuh dan keracunan.

    Khoirul juga menambahkan bahwa petugas vulkanologi tak bisa memprediksi aktivitas tersebut apakah terus naik ke status awas (level IV) atau justru turun. Saat ini pihaknya hanya bisa menambah peralatan pemantauan untuk merekam pergerakan apa pun di puncak. Sebab, pantauan visual saat ini terhalang kabut pekat hingga menyulitkan pengawasan kubah lava.

    Adapun sebagian warga di lereng Kelud melaporkan adanya aktivitas hewan hutan yang turun ke permukiman penduduk. Binatang yang paling sering terlihat adalah kijang dan ular. "Kemarin ada dua ekor kijang yang lari ke bawah dan menabrak warga," kata Rodiyah, 40 tahun, warga Desa Sugihwaras.

    Menurut dia, turunnya hewan gunung ini menjadi pertanda makin dekatnya letusan. Hal ini dikuatkan dengan makin panasnya suhu udara di lereng Kelud sejak kemarin.

    Sejak penetapan status siaga kemarin, hingga kini warga terus melakukan persiapan mengungsi. Mereka meyakini letusan kali ini jauh lebih dahsyat dibandingkan tahun 1990 dan 2007.

    HARI TRI WASONO

    Berita lain:
    Bebas, Corby Diiming-imingi Rp 12 Miliar  
    Jokowi Diminta Audit Busway 'Baru tapi Bekas'  
    Reaksi Anggito Saat Dilapori Korupsi Dana Haji
    Keluarga Masih Bungkam Soal Foto Asmirandah  
    Kantor Importir Bus Transjakarta tanpa Aktivitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.