Daryono, Sopir Akil, Jadi Kurir Uang Sejak 2009

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • "Kalau saya bukan orang independen, kalau saya orang yang bisa disetir atau diintervensi oleh kekuatan-kekuatan lain, tidak mungkin tujuh orang (hakim) itu pilih saya. Memangnya mereka bodoh. Mereka hakim-hakim yang berpengalaman, beberapa guru besar malah." Akil Mochtar tentang gosip miring perihal dirinya, 5 April 2013. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Daryono tak hanya sekadar menjadi sopir Akil Mochtar. Dia juga beberapa kali diperintahkan Akil untuk menerima titipan uang tunai dari beberapa pihak untuk Akil sejak 2009.

    "Saya melaksanakan perintah Akil Mochtar untuk menerima uang tunai dari seseorang sejak sekitar tahun 2009 atau 2010 sampai dengan tahun 2013,"  kata Daryono kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Oktober 2013.

    Daryono mengatakan kepada penyidik bahwa uang tunai yang dititipkan untuk Akil biasanya diterima dalam kardus atau tas. Selain menjadi kurir penerima uang, Daryono juga sering diperintahkan Akil untuk menukarkan kiriman uang dalam mata uang asing itu dengan rupiah.

    "Saya sering diminta untuk menukarkan uang dalam mata uang asing dengan jumlah yang besar," kata Daryono.

    Daryono mengaku beberapa kali menggunakan mobil dinas Akil sebagai hakim konstitusi saat mengambil kiriman uang untuk Akil. Akil menjadi tersangka dalam perkara dugaan suap dalam penyelesaian sengketa pemilihan kepala daerah (pilkada) di Mahkamah Konstitusi.

    Daryono mengaku tak tahu mengenai pengurusan perkara sengketa pilkada oleh bosnya itu. "Walaupun begitu, saya sebenarnya bisa menduga, karena saya sering kali disuruh untuk menerima pemberian-pemberian yang dibungkus dengan kardus atau tas," kata Daryono.

    Akil ditangkap tim KPK awal Oktober 2013 ketika menerima antaran duit terkait sengketa pemilihan kepala daerah Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Sebelumnya, dia juga diduga menerima suap terkait sengketa pilkada Kabupaten Lebak, Banten.

    Setelah ditetapkan sebagai tersangka suap, KPK juga menyangka Akil melakukan pencucian uang dari hasil kejahatannya. Selengkapnya baca Lingkar Beringin Penjaja Perkara dalam Majalah Tempo Pekan ini.

    BERNADETTE CHRISTINA MUNTHE


    Berita terkait
    Akil Sempat Susun Draf Putusan Pemilu Serentak
    Akil Disebut Hambat Putusan Pemilu Serentak
    Ada Akil di Pilkada Palembang dan Empat Lawang
    Kasus Akil, KPK: Keterangan Idrus Sudah Cukup


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.