Yusril Tidak Mau Jadi Menteri Melalui Fit and Proper Test

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra mengatakan dirinya tidak bersedia jika dirinya harus melalui fit and proper test untuk menjadi menteri. "Saya tidak bersedia," katanya seusai melantik pejabat eselon II di lingkungan Departemen Kehakiman dan HAM, Jumat (15/10) di Jakarta.Menurut Yusril, alasannya masalah pribadi saja. Ia menjelaskan presiden dan wakil presiden terpilih sekarang, dulunya adalah menteri yang satu kabinet dengan dia. "Sudah tahu sama tahu. Bisa saling menilai satu dengan yang lain," katanya. Bila dipanggil lima orang untuk diwawancarai untuk satu jabatan tertentu, ia mengatakan tidak bersedia. "Kalau mau diangkat dalam satu jabatan, ya diangkat saja," ujarnya. Menurutnya tidak perlu melalui fit and proper test untuk menjadi menteri. Sebelumnya, SBY memang menjadwalkan akan memanggil calon-calon menterinya untuk dilakukan fit and proper test. Kabarnya, untuk masuk dalam kabinet SBY, Yusril juga harus melalui proses fit and proper test. Maria Ulfah - Tempo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.