Ini Alasan Freddy Numberi Hengkang dari Demokrat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Freddy Numberi. TEMPO/Zulkarnain

    Freddy Numberi. TEMPO/Zulkarnain

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama bekas politikus Partai Demokrat Freddy Numberi tercatat sebagai calon anggota legislatif DPR dari Partai Gerindra. Menurut Freddy, alasan mengapa dirinya memutuskan pindah ke partai bentukan Prabowo Subianto itu. "Saya tidak cocok lagi dengan Partai Demokrat," kata dia kepada Tempo, Selasa, 14 Mei 2013.

    Freddy mengatakan alasan yang paling mendasar adalah ketidakcocokannya dengan perkembangan yang terjadi di Demokrat belakangan ini. Menurut dia, partai sudah tidak patuh lagi pada aturan dan komitmen yang telah dibuat.

    Bekas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat itu mencontohkan peristiwa lengsernya mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Menurut dia, sesuai dengan hasil Kongres II Partai Demokrat, jika ketua umum berhalangan dan tidak bisa menjalankan tugas maka sudah ada petinggi partai yang diamanatkan untuk menjalankan peran tersebut. Dan nama-nama itu juga sudah tercatat dan disahkan pada kongres yang berlangsung di Bandung pada 2010 yang lalu.

    "Ketua umum diganti orang kedua, yaitu Marzuki Alie. Jika yang kedua juga tidak bisa, diganti orang ketiga," kata dia.

    Melihat dinamika Partai Demokrat yang terjadi saat ini, Freddy merasa sudah sulit baginya untuk terus ikut membesarkan partai yang saat ini dipimpin langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. "Lagi pula tidak masalah bagi saya, ini hak berdemokrasi," kata bekas menteri perhubungan itu.

    MUNAWWAROH


    Topik Terhangat:

    PKS Vs KPK E-KTP Vitalia Sesha Ahmad Fathanah Perbudakan Buruh

    Baca Juga:

    KPK Tangkap Tangan Penyidik Pajak 
    BlackBerry Messenger Hadir di Android dan IOS 

    Digosipkan Selingkuh, Ingrid Kansil Tetap Kerja 

    Dewi Kirana Sempat Bilang Kasihan Istri Fathanah 

    Hilmi dan Suswono Janjikan Bantu Indoguna 

    Indoguna Akui Setor Uang ke PKS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.