Korupsi Al Quran:Siapa Si Raja, Panglima, Prajurit

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan penerimaan suap pengurusan anggaran proyek Al Quran dan laboratorium Kementerian Agama Zulkarnaen Djabbar setibanya di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/1). ANTARA/Rosa Panggabean

    Tersangka kasus dugaan penerimaan suap pengurusan anggaran proyek Al Quran dan laboratorium Kementerian Agama Zulkarnaen Djabbar setibanya di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/1). ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebutan 'Panglima' meluncur dari bibir Fahd El Fouz, Ketua Umum Gerakan Muda Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR). Pada pertengahan Juli 2012 itu, Fahd tengah dicecar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi kasus dugaan suap sejumlah proyek di Kementerian Agama pada 2011-2012.

    Kala itu, dia juga berstatus tersangka dalam perkara dugaan suap Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah 2011. Panggilan ”Panglima” itu dialamatkan Fahd untuk seniornya di MKGR, Zulkarnaen Djabar.

    Zulkarnaen adalah wakil ketua umum organisasi sayap Partai Golkar itu. Politikus Golkar ini juga anggota Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam kasus suap di Kementerian Agama, Zulkarnaen bersama anaknya, Dendy Prasetia Zulkarnaen Putra, kala itu telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. ”Istilah 'panglima' ini saya ketahui dari Dendy," ujar Fahd kepada penyidik.

    Menurut sumber Tempo di DPR, Zulkarnaen disebut panglima karena posisinya menjadi orang kepercayaan Ketua Umum MKGR Priyo Budi Santoso. ”Zulkarnaen panglimanya, Priyo itu rajanya.” Kalau Dendy, Fahd, dan teman-temannya, ”Cuma anak buah,” kata sumber ini.

    Fahd dan Dendy, menurut sumber ini, juga kerap membantu Priyo dalam berbagai kesempatan. Para ”prajurit” ini, menurut dia, sering wira-wiri di kompleks parlemen Senayan untuk menemui Priyo dan Zulkarnaen. ”Saya sering bertemu dengan mereka di ruangan Zulkarnaen.”

    Pengacara Dendy dan Zulkarnaen, Erman Umar, tak membantah kedekatan keduanya dengan Priyo. ”Mereka kan satu organisasi," ujarnya. Namun dia mengaku tak tahu keterlibatan Priyo dalam kasus Al-Quran ini. ”Setahu kami, nama Priyo itu muncul dari catatan Fahd.”

    Pengacara Fahd El Fouz, Rudi Alfonso, juga membenarkan kliennya dekat dengan Priyo. Tapi, menurut dia, belakangan Fahd kerap mencatut nama Priyo untuk mengegolkan proyek yang ia buru. ”Fahd sudah minta maaf karena membawa-bawa Priyo,” katanya.

    Priyo mengakui mereka berasal dari satu organisasi. ”Saya dan Pak Zul satu organisasi, itu fakta yang tak bisa dibantah,” ucapnya. Tapi dia menolak dikaitkan dengan kasus yang membelit Zulkarnaen. ”Soal itu, saya tak tahu-menahu." (Baca selengkapnya di Majalah Tempo)

    FEBRIYAN

    Berita terpopuler lainnya:
    Mahasiswi UI Tewas Setelah Loncat dari Angkot

    Yusuf Supendi: Anis Matta itu Pintar, Tapi...
    Peruntungan di Tahun Ular Air

    Kader PKS Juga Pernah Bermasalah Soal Perempuan

    Orang Ini Bisa Selamatkan Partai Demokrat

    Agnes Tampil di Acara Pra-Grammy


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.