Aktivis Gelar Aksi Diam Peringati Sewindu Munir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Sahabat Munir melakukan aksi kampanye menuntut penuntasan secara hukum kasus Munir di Bunderan HI Jakarta (11/03). Aksi dilaksanakan dengan memanfaatkan momentum Jakarta car Free Day di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. TEMPO/Amston Probel

    Aktivis Sahabat Munir melakukan aksi kampanye menuntut penuntasan secara hukum kasus Munir di Bunderan HI Jakarta (11/03). Aksi dilaksanakan dengan memanfaatkan momentum Jakarta car Free Day di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Malang -- Puluhan aktivis masyarakat sipil di Batu dan Malang, Jawa Timur, memperingati sewindu kematian pejuang hak asasi manusia, Munir Said Thalib, di Alun-Alun Batu, Kamis, 6 September 2012. Mengenakan pakaian serbahitam, mereka menempelkan foto Munir di dada. Para aktivis menggelar aksi diam, mulut tertutup plester, dan wajah bercat putih.

    "Sudah delapan tahun Cak Munir meninggalkan kita. Tapi, sampai sekarang, kasusnya masih gelap," teriak juru bicara aksi, Faqih Tri Hidayatullah. Mereka menuntut peradilan di Indonesia agar kasus penting ini terungkap sampai tuntas. Menurut peserta aksi, bebasnya Deputi Badan Intelijen Negara (BIN) Mayjen (Purn) Muchdi Purwoprandjono dari vonis pengadilan menunjukkan pemerintah gagal menegakkan hukum dan hak asasi manusia.

    Karena itu, para aktivis mendesak Kejaksaan Agung mengajukan peninjauan kembali atas keputusan majelis hakim yang mengadili kasus Munir ini. Presiden, katanya, sempat berjanji menuntaskan kasus pembunuhan Munir, tapi sampai sekarang tak terbukti. "Dalam pidatonya, Presiden saat itu menyebut kasus Munir sebagai the test of our history," katanya.

    Untuk menghormati kepahlawanan Munir, para aktivis ini juga mendesak Pemerintah Kota Batu membuat monumen peringatan Munir dan mengabadikan nama Munir sebagai nama jalan di kota itu. Luhtfi Jayadi Kurniawan, aktivis antikorupsi di Malang yang akrab dengan Munir semasa hidupnya, mengakui usulan tersebut muncul secara spontan saat mereka semua memperingati delapan tahun terbunuhnya Munir.

    "Munir layak dihormati sebagai pahlawan karena kiprahnya memperjuangkan HAM," kata Luthfi. Usulan tersebut sempat ditentang keluarga Munir, yang tidak ingin mengultuskan sosok bersahaja itu. Meski akhirnya disetujui keluarga, justru pihak pemerintah yang sampai kini tidak merespons usulan itu.

    Munir meninggal pada 7 September 2004 setelah dibunuh dengan racun arsenik dalam penerbangan menuju Belanda di atas pesawat Garuda Indonesia. Almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Sisir, Kota Batu.

    EKO WIDIANTO

    Berita Terpopuler:
    Wanita Teman Telanjang Pangeran Harry Ditahan

    Ribuan Pendukung Hartati Kepung KPK

    Cari Donasi demi Tonton Eksekusi Pemerkosa Anaknya

    Keputusan Arsenal Jual Van Persie-Song, Disesali

    40 Jenis Mobil Akan Dilarang Minum BBM Bersubsidi

    Zulkarnaen Minta Sebutan Korupsi Al Quran Direvisi

    Sejumlah Tokoh Siapkan Mahfud MD Jadi Capres

    Golkar: Naik Turun Bisnis Bakrie Itu Biasa

    Tes Mamografi Malah Menyebabkan Kanker

    Awas, Anda Bisa Kehilangan Motor di Sini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.