Minggu, 18 Februari 2018

Komisi Yudisial Minta Pengadilan Tipikor Dikurangi  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 21 Agustus 2012 04:03 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi Yudisial Minta Pengadilan Tipikor Dikurangi  

    Ki-Ka. Kepala Biro Seleksi Hakim Agung Komisi Yudisial, Heru Purnomo, Komisioner Komisi Yudisial Ketua Bidang Seleksi Hakim Agung, Taufiqurrohman Syahuri, Juru Bicara Komisi Yudisial, Asep Rahmat Fajar saat memberikan keterangan pers seleksi Hakim Agung di Gedung Komisi Yudisial, Jakarta, Jumat (24/2). TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Yudisial mendesak Mahkamah Agung untuk mempertimbangkan jumlah Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di seluruh Indonesia. Saat ini, sesuai aturan, pengadilan khusus ini memang harus didirikan di semua ibu kota provinsi.

    “Mengingat sulitnya mencari hakim adhoc antikorupsi yang berkualitas dan berintegritas, ada baiknya MA mengupayakan aturan itu direvisi,” kata juru bicara Komisi Yudisial, Asep Rahmat Fajar, pada Senin, 20 Agustus 2012.

    Rekomendasi Komisi Yudisial ini muncul setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap dua hakim adhoc di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang dan Pontianak, pada Jumat, 17 Agustus 2012. Hakim Kartini Marpaung dan Heru Kusbandono dicokok saat menerima suap Rp 150 juta, yang terkait dengan perkara korupsi Ketua DPRD Grobogan M. Yaeni.

    “Perlu ada kajian ulang soal jumlah pengadilan tindak pidana korupsi di semua provinsi di Indonesia,” kata Asep. Selain itu, Komisi Yudisial juga mendesak Mahkamah Agung menyempurnakan metode seleksi hakim adhoc. Komisi menekankan pentingnya ada penelusuran rekam jejak para calon hakim.

    Usulan ini juga terkait insiden penangkapan hakim adhoc di Semarang. Pasalnya, belakangan baru ketahuan bahwa–sebelum mendaftar jadi hakim adhoc tindak pidana korupsi–salah seorang tersangka pernah menjadi advokat dalam sejumlah kasus korupsi. Karena itu, Komisi meminta agar proses seleksi calon hakim diperbaiki dan aspek pengawasan diperketat.

    AYU PRIMA SANDI

    Berita Terpopuler:
    Guru SD Unggah Foto Telanjang di Facebook

    Ketua Komisi Yudisial: Kartini dan Heru Bandit

    Spanduk di Kuburan, Panwaslu Akan Surati KPU

    Soal Simulatur SIM, Polri Bantah Pecah

    KPK Tahan Djoko Susilo Setelah Lebaran

    10 Polisi Serang Markas TNI di Kaimana

    Salat Ied di Shizuoka Diadakan Dua Kali

    Perkumpulan Muslim Shizuoka Akan Bangun Masjid

    Kisah Supir dan Satpam Yang Tak Bisa Lebaran

    Dicampakkan Inter, Pazzini Tunggu Pilihan Terbaik


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.