Gubernur Minta Polisi Tangani Kekerasan Terhadap Ahmadiyah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO Interaktif, Bandung -Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meminta polisi turun tangan untuk menangani kasus perusakan rumah milik Jemaat Ahmadiyah di Kecamatan Sukaratu, Tasikmalaya, Jawa Barat. ”Segala persoalan terkait dengan kekerasan, itu sudah urusan kepolisian, saya minta kepada kepolisian, tegakkan saja hukum,” katanya di Bandung, Rabu (30/3).


    Heryawan mengatakan, Peraturan Gubernur Nomor 12/2011 tentang pelarangan aktivitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Jawa Barat ditujukan untuk pelarangan terhadap aktivitas penyebarluasan pemahaman agama yang menyimpang dari ajaran Islam. Peraturan gubernur itu, juga melarang kekerasan atas alasan apa pun.

    Menurut dia, keberadaan peraturan gubernur itu untuk mencegah konflik yang lebih besar. ”Tentu ada ekses di lapangan, makanya di peraturan gubernur itu larangannya jelas,” kata Heryawan.

    Dia mengklaim, terbitnya peraturan gubernur itu berhasil mencegah konflik lebih besar terkait dengan Jemaat Ahmadiyah di Kuningan. ”Kita khawatir kasus Kuningan kalau terjadi, bisa 10 kali lipat kasus Cikeusik, ini terhindar,” kata Heryawan.

    Ahmad Fikri

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.