Purworejo Kota Pejuang: Asal WR Supratman, Ahmad Yani, Sarwo Edhie Wibowo

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal Ahmad Yani. Wikipedia

    Jenderal Ahmad Yani. Wikipedia

    TEMPO.CO, JakartaPurworejo, Jawa Tengah selain memiliki kawasan wisata, juga memiliki sejarah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga sependapat dengan julukan Purworejo sebagai Kota Pejuang, sebab di daerah ini lahir banyak pahlawan nasional dan tokoh-tokoh besar Indonesia. Inilah beberapa tokoh pahlawan yang berasal dari Purworejo serta perannya untuk kemerdekaan Indonesia:

    1. WR Supratman
    Nama pria yang satu ini sudah tidak asing lagi di telinga kita. WR Supratman merupakan komposer serta pencipta lagu kebangsaan, Indonesia Raya. Lagu tersebut pertama kali dinyanyikan dalam nada-nada instrumental alat musik biola ketika Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 di Jakarta.

    2. Oerip Soemohardjo
    Oerip Soemohardjo lahir di Purworejo. Mengutip dari Perpustakaan Universitas Sriwijaya, pria yang lahir pada 22 Februari 1893 ini dapat terlihat dalam pengorgandiisasian dalam TKR, yaitu adanya komademen yang membawahi divisi, di Jawa terdapat 3 Komademen dan Sumatera terdapat satu Komademen dan juga membentuk susunan organisasi MT-TKR; dan Oerip Soemohardjo dapat dianggap sebagai peletak dasar dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Ia juga sebagai pemikir dalam teknis dan strategi organisasi kemiliteran di Indonesia.

    3. Ahmad Yani
    Jenderal (Anumerta) Ahmad Yani lahir di Purworejo, Jawa Tengah, pada 19 Juni 1922 dari pasangan Sarjo bin Suharyo dan Murtini. Jenderal Ahmad Yani memiiki peran penting dalam memperjuangkan integrasi pada masa revolusi kemerdekaan dengan aktif memimpin langsung operasi penumpasan gerakan separatisme antara lain Pemberontakan Di/TII di Jawa Tengah dan Pemberontakan PRRI di Sumatera Barat.

    4. Kasman Singodimedjo
    Kasman Singodimedjo adalah Jaksa Agung Indonesia periode 1945 hingga 1946 serta merupakan mantan Menteri Muda Kehakiman pada Kabinet Amir Syariffudin II. Ia juga menjabat sebagai Ketua KNIP (Komite Nasional Indonesia Pusat) yang merupakan cikal bakal DPR.

    Pada masa pendudukan Jepang, Kasman adalah merupakan komandan tentara Pembela Tanah Air (PETA) Jakarta. Ia berpartisipasi dalam pasukan pengamanan ketika upacara pembacaan teks proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945.

    Kasman menjadi salah satu anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Ia termasuk dalam enam orang anggota PPKI tambahan ketika Presiden Sukarno menambah jumlah anggota PPKI dari 21 orang menjadi 27 orang.

    Semasa menjadi anggota PPKI, Kasman memiliki peran dalam penghilangan tujuh kata dalam naskah pembukaan UUD 1945. Tujuh kata tersebut yaitu, "Dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluknya". Perwakilan kawasan Indonesia timur keberatan memasukkan tujuh kata ini karena mayoritas mereka nonmuslim. Atas hal ini, dalam perembukan, Kasman menjadi pelobi tokoh Islam lain agar tujuh kata ini dihilangkan untuk menghormati perwakilan Indonesia timur tersebut.

    5. Sarwo Edhie Wibowo
    Sarwo Edhie Wibowo lahir di Pangenjuru, Purworejo pada 25 Juli 1925 adalah seorang tokoh militer Indonesia. Ia adalah ayah dari Kristiani Herawati, ibu negara Republik Indonesia, yaitu istri dari Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Ia memiliki peran yang sangat besar dalam penumpasan Pemberontakan Gerakan 30 September dalam posisinya sebagai panglima RPAKD (atau disebut Kopassus pada saat ini). 

    VALMAI ALZENA KARLA 

    Baca: Kabupaten Purworejo Sentra Rempah-rempah Olahan Bahan Baku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.