Pakar Sebut PAN Malah Rugi karena Bergabung dengan Koalisi Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan paparan dalam Mentoring Kebangsaan di Amanat Institute, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020. Kegiatan tersebut merupakan pembekalan wawasan politik kebangsaan bagi kader-kader PAN yang maju sebagai bakal calon kepala daerah di sejumlah wilayah dalam Pilkada serentak 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyampaikan paparan dalam Mentoring Kebangsaan di Amanat Institute, Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2020. Kegiatan tersebut merupakan pembekalan wawasan politik kebangsaan bagi kader-kader PAN yang maju sebagai bakal calon kepala daerah di sejumlah wilayah dalam Pilkada serentak 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai Partai Amanat Nasional (PAN) justru rugi karena bergabung ke koalisi Presiden Joko Widodo atau Jokowi. “Karena bisa jadi elektabilitas akan turun,” kata Ujang kepada Tempo, Jumat, 27 Agustus 2021.

    Ujang menjelaskan, partai koalisi dan oposisi ibarat bejana yang berbeda. Jika elektabilitas koalisi pemerintah sedang stagnan atau turun, maka partai oposisi akan naik.

    Dalam beberapa survei belakangan ini, kata Ujang, elektabilitas partai opisisi cenderung naik, seperti Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Sementara partai koalisi Jokowi, seperti PDI Perjuangan, turun dari 20 persen menjadi 14-15 persen, meski masih tertinggi.

    Menurut Ujang, turunnya elektabilitas partai koalisi tak lain karena kepercayaan publik kepada pemerintah yang sedang turun. Adapun Presiden Jokowi, Ujang menilai akan diuntungkan dengan masuknya PAN ke koalisi karena menambah dukungan di parlemen.

    Meski demikian, Ujang menilai tetap ada nilai plus bagi PAN ketika bergabung dengan koalisi Jokowi. Salah satunya jatah menteri di kabinet. “Mungkin PAN sudah berhitung matang. Kalau dapat kabinet dia bisa mengumpulkan uang. Kalau masuk pemerintah tidak diganggu, dapat back-up politik,” ujarnya.

    PAN resmi bergabung setelah hadir pada pertemuan Presiden Jokowi dengan pimpinan partai koalisi di Istana Negara beberapa waktu lalu. Sejak 2019 lalu, Ketua Umum Zulkifli Hasan mengklaim bahwa partainya mendukung pemerintahan Jokowi tanpa syarat. 

    Baca juga: Masuk Koalisi Jokowi, PAN Serahkan Urusan Menteri ke Presiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.