Syarief Hasan: Tak Ada Kemajuan Tangani Covid-19

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan

    Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan

    INFO NASIONAL-Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mendesak Pemerintah untuk melakukan evaluasi yang valid dalam penanganan Pandemi Covid-19 di Indonesia. Pasalnya, peningkatan kasus positif maupun kematian akibat Covid-19 terus meningkat dan Indonesia kini menjadi episentrum Covid-19 di Asia Tenggara, bahkan dunia.

    Berdasarkan data dari Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan bahwa positif harian masih  mencapai 35.867 kasus dan kematian harian mencapai 1.747 kasus pada Rabu 4 Agustus 2021. Angka tersebut semakin menambah total kasus positif Covid-19 yang mencapai 3,53 juta kasus dan total meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 100.036 kasus.

    Syarief Hasan menilai, kasus harian yang semakin tinggi dan melewati positivity rate maksimal menunjukkan tidak ada kemajuan dalam menangani Pandemi Covid-19. "Pemerintah selalu mengatakan Covid-19 masih terkendali, sudah melandai, namun data menunjukkan positivity rate masih  24,1 persen nyaris lima kali lipat dari batas maksimal yang ditetapkan oleh WHO sebesar maksimal 5 persen,”ujarnya.

    Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu pun mendesak Pemerintah untuk mengambil langkah lebih tegas yang adil dan proporsional. "Pemerintah harus lebih tegas dalam mengambil kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat dan tetap humanis dalam pelaksanaannya. Pemerintah juga harus menyelesaikan persoalan kesehatan dan pemutusan laju penyebaran Covid-19 di atas persoalan lainnya,” kata Syarief Hasan.

    Syarief Hasan juga mendesak agar pelaksanaan PPKM Berlevel di berbagai wilayah dievaluasi. “Kita melihat tidak ada kemajuan yang signifikan di dalam penanganan Pandemi Covid-19, baik kasus positif maupun kematian,” ujarnya.

    Dia juga mendorong Pemerintah berhati-hati terhadap munculnya varian baru Covid-19. Setelah baru varian Delta, kini muncul lagi varian Delta Plus yang ditetapkan oleh WHO. “Pelarangan masuknya WNA yang telah dilakukan Pemerintah harus benar-benar diterapkan dan pengawasan yang ketat di lapangan,” katanya.

    Syarief Hasan juga mendorong agar program vaksinasi dapat segera menjangkau seluruh masyarakat Indonesia. “Lewat vaksinasi, kita berusaha membentuk herd immunity sehingga penyebaran dapat ditekan. Pemerintah harus terus mengoptimalkan vaksinasi sehingga mencapai target 70 persen secara nasional dengan pendekatan persuasif kepada masyarakat tentang urgensinya  vaksinasi,” ujarnya.

    Politisi Senior Partai Demokrat ini juga mendorong Pemerintah untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak, sehingga PPKM dapat berjalan optimal karena kebutuhan sehari-hari masyarakat dapat terpenuhi. ‘Kami dari Partai Demokrat juga akan terus ikut andil di dalam membantu masyarakat yang terdampak melalui program-program sosial, baik di tingkat pusat maupun daerah,” kata Syarief Hasan.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar Lengkap Hari Libur Nasional dan Catatan Tentang Cuti Bersama 2022

    Sebanyak 16 hari libur nasional telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan untuk cuti bersama dan pergesera libur akan disesuaikan dengan kondisi.