Kematian di Luar Jawa-Bali Melonjak, Satgas Covid-19: Peringatan bagi Pemda

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemakaman khusus Covid-19 TPU Gandus Hills, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat, 14 Mei 2021. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per Jumat (14/5) menyatakan angka kematian Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan saat ini berada di peringkat ketiga secara nasional. ANTARA/Nova Wahyudi

    Suasana pemakaman khusus Covid-19 TPU Gandus Hills, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat, 14 Mei 2021. Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per Jumat (14/5) menyatakan angka kematian Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan saat ini berada di peringkat ketiga secara nasional. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan peningkatan angka kematian di luar Jawa dan Bali menjadi peringatan bagi pemerintah daerah. "Jumlah kematian di bulan Juli ini menjadi bulan dengan kematian paling banyak selama pandemi di Indonesia. Hingga kemarin total sebanyak 30.168 kematian," kata Wiku dalam konferensi pers virtual di Graha BNPB Jakarta, Kamis, 29 Juli 2021.

    Jumlah kematian itu, kata dia, memperlihatkan peningkatan drastis dibandingkan 7.913 kematian pada Juni 2021 dan 5.057 pada Mei 2021. Menurut Wiku, jika dilihat dari 10 provinsi yang mengalami kenaikan kasus kematian mingguan per 25 Juli 2021, lima provinsi berada di luar Jawa dan Bali yang melakukan PPKM Level 4.

    Meski Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta masih menjadi penyumbang tertinggi kenaikan angka kematian akibat Covid-19, namun Wiku mengingatkan agar tak lengah dengan luar Jawa dan Bali. Kalimantan Timur, Riau, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, kata Wiku, masuk dalam sepuluh provinsi yang mengalami kenaikan angka kematian mingguan pada pekan ini.

    Kalimantan Timur mengalami kenaikan 189 kematian dari pekan sebelumnya, Riau naik 58 kematian, Sulawesi Selatan naik 48 kematian, Kalimantan Tengah naik 44 kematian dan Sumatera Selatan yang mencatatkan kenaikan 43 kematian dibandingkan pekan lalu. "Hal ini seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerahnya karena sebagian besar kabupaten/kota di provinsi tidak menjalankan PPKM Level 4," kata Wiku.

    Dia mengatakan, sejak kenaikan kasus pada Juni lalu, pemerintah terus meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai langkah pencegahan. Misalnya dengan penambahan fasilitas isolasi terpusat dan rumah sakit lapangan di beberapa daerah.

    Satgas Covid-19 mendorong agar semua pihak melakukan usaha terbaik menekan angka kematian. Pemerintah daerah diminta untuk selalu memantau rumah sakit di wilayah masing-masing mengantisipasi kenaikan dengan memastikan ketersediaan oksigen, obat-obatan, tempat tidur, dan tenaga kesehatan yang bertugas.

    Baca juga: Kematian Covid Lebih dari Seribu dalam 6 Hari, Satgas: Ini Bukan Sekedar Angka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.