Moeldoko Cerita Bagikan Ivermectin untuk Pasien Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kanan) menyambungkan kantong nafasnya dengan GeNose C19 di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. GeNose C19 merupakan karya tim peneliti UGM yang berfungsi untuk screening Covid-19.  ANTARA/Sigid Kurniawan

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (kanan) menyambungkan kantong nafasnya dengan GeNose C19 di Gedung Binagraha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. GeNose C19 merupakan karya tim peneliti UGM yang berfungsi untuk screening Covid-19. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Moeldoko menceritakan pengalamannya menggunakan Ivermectin, obat cacing yang digadang-gadang ampuh menyembuhkan Covid-19. Dia menceritakan sudah berkali-kali menggunakan obat itu dan sehat.

    “Saya ini berkali-kali sudah menggunakan Ivermectin sehat-sehat saja, masyarakat harus kita beri pemahaman agar tidak terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif,” kata dia dalam diskusi daring Frontline Covid-19 Critical Care Alliance Indonesia, Senin, 28 Juni 2021.

    Kepala Kantor Staf Presiden ini mengatakan melihat kondisi Covid-19 Indonesia yang semakin memburuk, dia memberanikan diri mendistribusikan obat itu kepada anggota HKTI di beberapa daerah di Indonesia. Dia mengklaim efek pemberian itu cukup baik.

    Di Jakarta Timur, Depok dan Bekasi, kata dia, tingkat kemanjuran obat itu hampir 100 persen. Di Semarang Timur, kata dia, 40 anggota yang terkena Covid-19 mengkonsumsi obat itu. Dia mengklaim hasilnya cukup baik.

    Moeldoko mengatakan dampak baik itu juga terjadi di Sragen dan Kudus. “Kami cukup optimis bahwa Ivermectin dapat menjadi salah satu solusi untuk pasien Covid-19,” kata dia.

    Moeldoko mengatakan meski dengan hasil yang baik itu, sikap hati-hati dalam penggunaan obat baru tetap dibutuhkan. Sebab, itu menyangkut kehidupan seseorang. “Sekali lagi adalah hal yang sangat penting, kita tidak boleh abai terhadap hal itu,” ujar dia.

    Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan Indonesia belum bisa mempercayai khasiat Ivermectin yang diklaim bisa menyembuhkan pasien Covid-19 sebab belum ada penelitian yang pasti.

    Kepala BPOM Penny K. Lukito menuturkan Ivermectin bukan obat mujarab untuk terapi penyembuhan Covid-19. Hingga saat ini keabsahan dari Ivermectin itu masih menjadi obat cacing.

    "Status perizinan Ivermectin di BPOM adalah obat cacing. Dan belum ada uji klinis yang membuktikan obat dari bahan kimia tersebut menyembuhkan pasien Covid-19," ujarnya secara virtual pada acara Laucing Kegiatan Forum Pelayanan Publik Terpadu Badan POM di Bidang Obat Sepanjang Product Life Cycle, Selasa 22 Juni 2021.

    Menurutnya, efek samping dari obat berbahan kimia yang belum  mendapatkan dukungan penelitian ilmiah akan sangat berbahaya. Oleh karenanya, Indonesia tidak bisa gegabah untuk mengklaim obat  Ivermectin berkhasiat memulihkan pasien Covid-19.

    Baca juga: 6 Hal Soal Sengkarut Ivermectin Untuk Obat Covid, Belum Direkomendasikan BPOM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.