Pesan Jokowi ke Kepala Daerah: Gas dan Rem Penanganan Pandemi Harus Tepat

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi mendampingi penari berdandanan Petruk mengikuti vaksinasi Covid-19 di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja (PSBK), Bantul, Yogyakarta. Agus Suparto/Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Jokowi mendampingi penari berdandanan Petruk mengikuti vaksinasi Covid-19 di Padepokan Seni Bagong Kussudiarja (PSBK), Bantul, Yogyakarta. Agus Suparto/Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pemerintah masih fokus pada upaya percepatan pemulihan kesehatan dan ekonomi. Ia mengatakan keduanya harus berjalan beriringan dengan menjaga keseimbangan penanganan antara keduanya.

    Dalam Rapat Koordinasi Kepala Daerah Tahun 2021 yang digelar pada Rabu, 14 April 2021, secara virtual Jokowi meminta para kepala daerah untuk mampu mengelola keduanya dengan baik dan seimbang.

    "Gas dan remnya harus dilakukan secara tepat karena yang namanya Covid-19 ini barangnya tidak kelihatan. Jangan sampai terlalu mendahulukan ekonomi kemudian tidak memperhatikan penyebaran Covid-19, yang terjadi kenaikan kasus meningkat, pertumbuhan ekonominya justru tertekan turun," kata Jokowi dari Istana Negara, Jakarta Pusat.

    Ia berpesan kepada kepala daerah agar pencegahan penyebaran pandemi harus menjadi prioritas. Penanganan pasien yang terpapar Covid-19 juga harus dilakukan secara konsisten.

    Presiden pun mengingatkan agar pemerintah daerah tidak tergesa untuk membuka sektor-sektor yang ada di daerahnya. Pembukaan sektor, kata dia, harus dilakukan secara bertahap dan dengan sangat berhati-hati. Hal ini agar tidak terjadi lonjakan kasus baru di kemudian waktu.

    Presiden tak ingin kejadian di negara lain pada, terulang di Indonesia. Presiden mengatakan negara ini mampu menekan angka Covid pada Januari. Namun, saat mereka membuka perekonomian pada Maret, lonjakan kasusnya terhitung sangat tinggi. "Hati-hati dengan itu. Jangan sampai karena kasusnya sudah turun kemudian tergesa-gesa untuk membuka sektor-sektor yang ada," kata Jokowi.

    Di Indonesia sendiri, ia mengatakan pada Januari lalu kasus aktif harian sempat menyentuh angka 15 ribu. Namun beberapa waktu belakangan, data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menunjukkan angka kasus harian relatif terkendali di angka 4 ribu hingga 6 ribu.

    Presiden meyakini hal ini terjadi berkat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro yang disertai dengan kebijakan vaksinasi massal. Karena itu, Jokowi juga meminta daerah untuk menerapkan kebijakan PPKM berskala mikro untuk mencegah penyebaran Covid-19 meluas di wilayahnya.

    "Isolasi lingkungan terkecil sebelum kasus itu menyebar lebih luas lagi. Jadi jangan sampai kita itu me-lockdown kota atau kabupaten. Kalau di satu kabupaten kasusnya hanya terjadi di satu atau dua desa, ya desa itu yang diisolasi sehingga tidak menyebar lebih luas," kata Presiden.

    Selain itu, Jokowi pun meminta dukungan penuh terhadap program vaksinasi Covid-19 massal yang dijalankan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan PPKM berskala mikro, kebijakan vaksinasi massal, dan penegakan protokol kesehatan yang baik, Presiden meyakini pemulihan kesehatan dapat segera dilakukan.

    Baca juga: Jokowi Targetkan 70 Juta Warga Sudah Divaksinasi Pada Juli


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.