Polri Sebut Upik Lawanga Diperintah Buat Senjata Oleh Jamaah Islamiyah

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono (kiri) bersama Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (kanan) memberikan keterangan soal surat cekal bagi Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. Berdasarkan hasil gelar perkara pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan yang terjadi di Petamburan, Kepolisian telah menetapkan enam tersangka. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono (kiri) bersama Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (kanan) memberikan keterangan soal surat cekal bagi Rizieq Shihab di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 10 Desember 2020. Berdasarkan hasil gelar perkara pelanggaran protokol kesehatan terkait kerumunan yang terjadi di Petamburan, Kepolisian telah menetapkan enam tersangka. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan tersangka teroris Upik Lawanga alias Taufik Bulaga sejak Agustus 2020 mendapatkan perintah dari pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) untuk membuat senjata.

    "Pesanan dari pimpinannya bahwa sejak Agustus 2020 silakan buat senjata," tutur Irjen Argo dalam konferensi pers di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat kemarin.

    Kelompok JI menganggap Upik sebagai aset berharga karena punya kemampuan membuat bom berdaya ledak tinggi dan senjata api. Ia juga disebut punya kemahiran militer, seperti menembak.

    Selama dalam pelarian, Upik Lawanga hidup berpindah-pindah. Tercatat pada 2007 Upik meninggalkan Poso, Sulawesi Tengah, menuju Surabaya, Jawa Timur. Dia kemudian ke Solo, Jawa Tengah, hingga akhirnya menetap di Lampung.

    Di Lampung, Upik menjadi penjual bebek dan berhasil mengumpulkan uang untuk membeli rumah. "Di Lampung dia jualan bebek. Akhirnya bisa mengumpulkan uang dan dibelikan rumah yang ada bunkernya," kata Argo.

    Upik merupakan dalang dari beberapa peristiwa teror bom seperti Bom Pasar Tentena, Bom Pasar Maesa, Bom GOR Poso, Bom Pasar Sentral. Lalu aksi Bom Termos Nasi Tengkura, Bom Senter Kawua, dan rangkaian aksi terorisme lainnya pada 2004 hingga 2006.

    Densus 88 Antiteror telah menangkap Taufik Bulaga (TB) alias Upik Lawanga di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, pada 23 November 2020. Sejumlah barang bukti disita Densus 88 dalam penangkapan Upik, termasuk delapan bilah senjata tajam, satu senjata api rakitan, satu senjata angin, sebuah panah, 13 peluru, dan sebuah bunker dengan kedalaman dua meter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.