Rekor Lagi, Kasus Covid-19 Mencapai 4.823 per 25 September 2020

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memakamkan jenazah pasien virus Corona di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, 21 September 2020. Jumlah kumulatif kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 262.022 orang per Kamis (24/9). Angka tersebut bertambah 4.634 orang dari hari sebelumnya. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

    Pekerja memakamkan jenazah pasien virus Corona di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, 21 September 2020. Jumlah kumulatif kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia mencapai 262.022 orang per Kamis (24/9). Angka tersebut bertambah 4.634 orang dari hari sebelumnya. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Data Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali menembus rekor pada Jumat, 25 September 2020. Terdapat penambahan kasus Covid-19 sebanyak 4.823 kasus.

    Angka ini memecahkan rekor sebelumnya, yakni Kamis kemarin sebanyak 4.634 kasus. Hingga saat ini total kasus mencapai 266.845 kasus.

    Adapun jumlah kasus meninggal penambahannya sebanyak 113 kasus. Sehingga total per Jumat ini ada 10.218 kasus meninggal di Indonesia. Adapun untuk kasus sembuh, terdapat penambahan sebanyak 4.343. Sehingga total kesembuhan adalah 196.196 kasus.

    Saat ini, pemerintah masih memiliki 112.082 suspek yang ada dalam pengawasan.

    DKI Jakarta masih menjadi penyumbang angka penambahan tertinggi dengan 1.171 kasus Covid-19. Menjadikan mereka daerah dengan total kasus mencapai 66.731. Meski begitu, angka kesembuhan di Jakarta juga yang paling tinggi, yakni mencapai 1.620 pasien.

    Untuk pasien meninggal, tercatat Jawa Timur menjadi daerah dengan penambahan pasien tewas tertinggi dengan 22 pasien per hari ini. Di bawahnya ada DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah dengan masing-masing 13 pasien.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Belajar dari Lonjakan Kasus Covid-19 Pada Liburan Lalu

    Tak hendak mengulang lonjakan penambahan kasus Covid-19 akibat liburan 28 Oktober 2020 mendatang, pemerintah menerapkan beberapa strategi.