Ganjar Minta KPU Perketat Kampanye Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengikuti rapat rutin koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di gedung A lantai 2 kantor Pemprov Jateng, Senin (24/8/2020).

    Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengikuti rapat rutin koordinasi percepatan penanganan Covid-19 di gedung A lantai 2 kantor Pemprov Jateng, Senin (24/8/2020).

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Komisi Pemilihan Umum memperketat kampanye dalam pilkada 2020. Dia khawatir ajang politik lima tahunan tersebut menjadi klaster Covid-19. 
     
    Menurut Ganjar, ketika pendaftaran bakal calon beberapa hari lalu, banyak bakal pasangan calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan. Sejumlah kandidat diantar pendukungnya tanpa menerapkan jaga jarak. "Saya memberi peringatan, warning, ini mau Pilkada," ujarnya pada Senin, 7 September 2020.
     
    Ganjar meminta penyelenggara pemilu memaksimalkan media virtual dalam menyelenggarakan tahapan pilkada sehingga meminimalisir kerumunan orang yang bisa menjadi potensi penularan Covid-19. "Jangan grudag-grudug (bergerombol)," kata dia.
     
    Hingga kini, sebanyak 41 bakal paslon telah mendaftar di KPU di wilayah Jawa Tengah. Mereka memperebutkan 21 kursi kepala daerah. Saat ini, penyelenggaraan pilkada tengah memasuki tahapan perpanjangan waktu pendaftaran untuk daerah yang baru memiliki satu bakal calon.
     
    Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom meminta peserta pilkada agar berkampanye secara kreatif. Menurut dia, kampanye dalam pilkada tahun ini dilarang menggelar acara yang menyebabkan kerumunan seperti diatur dalam Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2020.
     
    Henry mengatakan, pekan ini akan mensosialisasikan peraturan tersebut kepada partai politik dan tim kampanye peserta pilkada. "Jika ada yang melanggar itu ranahnya kawan-kawan Bawaslu," kata dia.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?