Eijkman Akui Indonesia Telat 4 Bulan dalam Pengembangan Vaksin Covid-19 Lokal

Reporter

Peneliti beraktivitas di ruang riset vaksin Merah Putih di kantor Bio Farma, Bandung, Rabu, 12 Agustus 2020. Vaksin COVID-19 buatan Indonesia yang diberi nama vaksin Merah Putih tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2021. ANTARA/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio mengakui Indonesia telat memulai pengembangan vaksin Covid-19 dalam negeri.

"Harus diakui kita start-nya empat bulan terlambat," kata Amin dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu, 15 Agustus 2020.

Amin mengatakan, Cina dan negara lain langsung bergerak melakukan pengembangan vaksin Covid-19 sejak Januari 2020 melakukan isolasi. Pemerintah, kata Amin, baru membentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang beranggotakan sejumlah peneliti untuk mengembangkan vaksin pada Maret lalu.

Eijkman ditunjuk untuk memimpin konsorsium tersebut. "Kemudian April praktis baru mulai. Jadi memang terlambat 4 bulan," ujarnya.

Vaksin Covid-19 yang dikembangkan dalam negeri berbeda dengan vaksin Sinovac buat Cina. Amin menjelaskan, vaksin produksi dalam negeri atau vaksin Merah Putih menggunakan platform protein rekombinan. Sedangkan Sinovac menggunakan platform virus utuh yang dimatikan sebagai antigen.

Menurut Amin, konsorsium diberi waktu 1 tahun untuk mengembangkan bibit vaksin pada skala lab. Kemudian satu tahun berikutnya dilakukan uji klinis.

Meski terlihat cukup lama, Amin mengatakan pengembangan vaksin dalam negeri ini sebetulnya sudah diperpendek prosesnya. Bahkan, WHO memprediksi minimum 18 bulan waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan vaksin salah satunya vaksin Merah Putih.

"Kalau lihat pengalaman vaksin lalu, skala lab ada yang hampir 10 tahun. Kita upayakan secepat mungkin hingga 1 tahun sudah selesai," katanya.

FRISKI RIANA






Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

9 jam lalu

Jokowi Cerita Kebingungannya di Awal Pandemi Covid-19 hingga Tolak Lockdown

Jokowi menyebut akibat kegagapan menangani pandemi, terjadi turbulensi ekonomi dan membuat pertumbuhan ekonomi jatuh.


Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

12 jam lalu

Jepang Akan Anggap Covid-19 Sebagai Flu Biasa Musim Semi Ini, Apa Dampaknya?

Sebelumnya, Jepang bahkan mengumumkan akan mempertimbangkan untuk melonggarkan rekomendasi penggunaan masker.


Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

1 hari lalu

Tetap Lakukan Karantina Kesehatan meski Pandemi Covid-19 Terkendali

Pakar mengatakan karantina kesehatan tetap perlu dilakukan meskipun pandemi COVID-19 telah terkendali secara penuh.


Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

1 hari lalu

Saat Korea Selatan Tak Lagi Terapkan Mandat Penggunaan Masker

Korea Selatan adalah salah satu negara pertama yang melaporkan wabah Covid-19 pada awal 2020.


Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

1 hari lalu

Amerika Serikat Akan Akhiri Darurat COVID-19 Pada 11 Mei

Mantan presiden Donald Trump pertama kali menyatakan pandemi COVID-19 sebagai darurat nasional Amerika Serikat pada 13 Maret 2020


Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

1 hari lalu

Amerika Curiga Ada Warga Salahgunakan Program Bantuan Covid-19

Ada sekitar 69.323 kartu jaminan sosial atau Social Security Numbers (SSNs) yang digunakan untuk mendapatkan dana bantuan dari total USD 5,4 miliar


Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

1 hari lalu

Toyota Pertahankan Gelar Sebagai Merek Mobil Terlaris Dunia 2022

Toyota Motor Corp mencatat total penjualan global sebanyak 10,5 juta unit sepanjang 2022, mengalahkan Volkswagen yang hanya menjual 8,9 juta unit.


Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

2 hari lalu

Deteksi Subvarian Baru seperti Kraken dengan Pengurutan Genom

Peneliti mengingatkan pentingnya pengurutan genom menyeluruh untuk mendeteksi COVID-19 subvarian baru seperti Kraken.


Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

2 hari lalu

Beijing Klaim Kasus Positif Covid-19 Melandai setelah Libur Imlek

Pasien demam yang berkunjung ke klinik akibat Covid-19 selama Imlek turun sekitar 40 persen.


Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

2 hari lalu

Jepang Terus Pantau Situasi Covid-19 di China

Pemerintah Jepang menyatakan akan terus memantau situasi Covid-19 di China.